Belajar Berenang

Setelah bertahun-tahun ingin belajar berenang, alhamdulillah setelah mengambil kursus di sini, dalam 4 kali pertemuan, Sabtu-Minggu-Sabtu-Minggu, akhirnya mengerti juga teknik berenang dengan gaya dada. Selama ini sebenarnya sudah bisa meluncur ke ujung namun nafasnya selalu berantakan, dan ngos-ngosan. Baru setelah dibimbing Mas Kurniawan, instruktur renang yang melatihku, akhirnya bisa mengatur nafas dengan baik.

Yang membedakan materi renang yang diajarkan dengan materi renang dari pelatih lain adalah masalah survival. Di sini murid tidak difokuskan untuk menguasai gaya tertentu, tetapi bagaimana bisa bertahan selama mungkin di air. Gaya dada dipilih karena pertimbangannya paling sedikit usaha yang dilakukan,  karena fokus pada tangan, meluncur, dan kaki secara berulang-ulang. Peserta renang diajak untuk betah di air, meskipun dalam. Dalam empat pertemuan saja, saya banyak sekali mendapatkan ilmu. Izinkan saya untuk berbagi apa yang sudah saya pelajari dalam empat pertemuan yang digaransi uang kembali bila kita tidak bisa berenang, atau diganti dua pertemuan tambahan.

Pertemuan pertama sebelum mulai dilakukan sessi wawancara. Saya ditanya mengenai motivasi mengapa belajar berenang. Saya jawab karena sunnah rasul.

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (HR. An-Nasa’i).

Panjang ceritanya mengapa sudah setua ini baru belajar berenang. Tapi saya tidak pernah mau putus asa. Saya harus bisa berenang. Jika saya mau berusaha sekuat tenaga. Man jadda wa jada. Barangsiapa yang bersungguh-sungguh, ia akan mendapatkannya. Mas Kurniawan mengatakan bahwa motivasi saya cukup baik untuk belajar berenang. Motivasi bisa merupakan katalis untuk kita bisa belajar dan tidak mudah menyerah. Setelah menanyakan berbagai hal, dijelaskan bahwa kursus berenang ini adalah survival atau bertahan hidup. Bayangkan bila kapal karam, bantuan tercepat datang dua jam, bagaimana caranya bertahan selama mungkin di air, tanpa kehabisan nafas. Inilah goal dari latihan berenang ini.

Pertemuan pertama masuk ke kolam dangkal. Diajari untuk mengambil konsep dasar berenang : ambil nafas dengan mulut, buang dengan hidung. Kita diminta berdiri, ambil nafas, tenggelamkan kepala ke dalam air, buang semua nafas dengan hidung, naik lagi, ambil nafas dengan mulut, buang dengan hidung. Hal ini dilakukan per siklus yaitu diulang selama 10 kali. Latihan dilakukan dengan 5 siklus tanpa henti. Setelah itu diajarkan konsep buoyancy. Semakin banyak lemak dan gendut, buoyancynya cenderung positif, artinya lebih mudah mengambang di air. Yang menarik di pertemuan ini adalah kita diajarkan masuk ke dasar kolam dengan jalan mengambil nafas lalu buang sebagian sebelum masuk ke dalam air. Ternyata dengan demikian bisa dengan mudah ke bawah kolam. Jika nafas tidak dibuang maka paru-paru akan penuh udara dan kita berat sekali untuk masuk ke dalam air karena ditolak oleh air untuk mengapung. Setelah itu diajari juga mengambil nafas lalu buang perlahan sambil mengapung saja di permukaan air.

Pertemuan berikutnya mengulang yang diajarkan pada pertemuan pertama, sambil belajar meluncur, belok, dan kembali lagi. Mulailah gaya dada diajarkan. Masuk ke kolam dalam mulai diperkenalkan. Masuk ke dalam kolam dengan nafas dibuang sebagian, masuk ke paling dasar, jongkok seperti gaya bersiap aba-aba, lalu ketika nafas mau habis, menolak ke atas untuk mengambil nafas. Setelah itu diajarkan juga ambil nafas, masuk ke dalam kolam dalam, tangan dikembangkan seperti huruf T, badan akan terangkat, sesaat sebelum keluar dari air buang nafas sedikit, kepakkan kedua tangan untuk mengeluarkan kepala, ambil nafas, lalu masuk kembali. Lakukan 1 siklus. Sempat panik karena takut tenggelam, untung bisa diraih pelatih. Inilah pentingnya belajar berenang di kolam dalam dengan pengawasan tim profesional. Tapi ini tidak menjadikan trauma, namun saya anggap sebagai proses belajar.

Pada pertemuan ketiga goalnya adalah bisa berenang dengan gaya dada hingga ke ujung kolam. Sulit sekali karena reflek saya adalah berenang dengan gaya katak. Masuk air ke mulut sudah biasa hehehe.. Namun pantang menyerah. Setiap sebelum mulai berenang saya berdoa memohon kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dalam belajar.

Radhitu billahi rabba.. wa bil islami diina wa bil Muhammadin Nabiyya Warasullah Rabbi zidni ilma, war zuqni fahma….

Menjelang akhir sesi ketiga saya ditantang untuk gaya dada tepi ke tepi.. Mental saya belum siap.

Pertemuan terakhir, tadi pagi, saya memutuskan untuk fokus di kolam dangkal, memperbaiki nafas, dan memastikan bisa dari tepi ke tepi kolam dangkal tanpa berhenti di tengah-tengah, nafas tidak terengah-engah, menggunakan kaki hanya sekali, tangan sekali, meluncur sekali. Alhamdulillah akhirnya bisa bolak-balik tanpa berhenti di tengah. Saatnya mencoba di kolam dalam. Pertama saya tidak ada keberanian sama sekali untuk mencoba. Akhirnya saya pemanasan dulu. Saya masuk ke dasar kolam, naik ke atas, saya lakukan beberapa kali. Saya mencoba nyaman di bawah sana. Lalu saya mencoba gaya survival, masuk buat T, buang nafas sedikit sesaat sebelum keluar, kepakkan tangan, ambil nafas, dan seterusnya. Lalu saya mencoba meluncur dari tepi ke tepi siku-siku lainnya. Barulah setelah itu saya punya keberanian untuk mencoba dari tepi ke tepi di kolam dalam. Bismillah.. alhamdulilah setelah menenangkan diri dan membiasakan di kolam dalam, timbullah keberanian itu, dan akhirnya bisa bolak-balik dengan gaya dada di kolam dalam. Saya bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kefahaman dalam berenang ini. Saya juga berterima kasih sekali kepada Mas Kurniawan yang sabar dan terus memberikan semangat dalam melatih berenang. Saya tidak menyangka bahwa akhirnya saya bisa juga. Meski usia sudah hampir 40 tahun, saya tidak malu belajar berenang karena saya ingin sekali bisa.

Jika Anda belum bisa berenang, percayalah, tidak perlu waktu lama untuk belajar, kalau niat kita benar-benar kuat.

If you want to learn to swim, you have throw your self in the water. -Bruce Lee-

Tips belajar berenang:

– Pilih guru profesional. Belajar harus didampingi orang yang ahli agar bisa menjaga kita dan memberikan rasa nyaman
– Gunakan kacamata renang agar mata tidak perih
– Gunakan sun block sebelum berenang untuk mencegah iritasi, pakai ulang setiap jam. Lebih baik jika menggunakan pakaian renang agar tidak belang kulitnya

Cara Saya Menikmati Film (Apa Saja)

Tulisan ini saya buat setelah berulang kali mendengar komentar teman yang frustrasi setelah menonton sebuah film yang menurut saya berbobot, menarik, berkualitas, atau minimal ada sesuatu yang bisa kita ambil di dalamnya. Saya berusaha tidak memberikan akhir cerita dari film yang saya ambil contohnya di bawah ini. Jika Anda sangat sensitif, skip saja tulisan ini.

“Bro, udah nonton film Whiplash?”
“Udah.. kagak suka saya film itu.. akhirnya kok nggantung gitu…”

“Bro udah nonton film English Patient?”
“Ah ngantuk.. ngomong doang…”

“Eh.. Truman Show udah nonton?”
“Ah filmnya aneh.. lima menit aku tonton trus ku tinggal pergi..”

“Birdman udah liat?”
“Eh itu endingnya kok enggak jelas sih? Sebenarnya dia itu ke atas atau ke bawah?”

Tapi kalau film action, komentarnya hampir seragam..

“Transformers udah nonton?”
“Gileee keren abisss!!”

“Kingsman udah nonton?”
“Wah seru bingits!”

Saya tahu bahwa setiap orang punya kesukaan filmnya sendiri-sendiri. Ada yang gak suka drama, gak suka horor, gak suka India, Korea, Thailand, dst. Ada yang sudah mencoba film drama tapi masih gak ngerti juga, dan bingung kenapa ada orang yang menghargainya. Dipuji kritikus di Rotten Tomatoes (RT) atau IMDB, tetapi ternyata kok filmnya biasa saja.

Saya akan mencoba menjelaskan mengapa saya bisa menikmati film drama, dan hampir selalu bisa sependapat dengan mayoritas para kritikus di RT. Berikut ini adalah algoritma saya ketika mau menonton sebuah film pada umumnya:

1. Cek filmnya di Rotten Tomatoes atau IMDB, atau minimal tonton trailernya

Misal saya mau menonton Birdman. Langsung Google: Rotten Tomatoes Birdman

Birdman

Birdman

Kalau dilihat di Tomatometer, film Birdman mendapat rating kritikus CERTIFIED FRESH. Artinya para kritikus film yang memberikan acungan jempol dan menyukai film Birdman di atas 60%. Jika kurang dari 60% masuk kategori ROTTEN alias busuk. Apakah FRESH pasti “bagus” dan “ROTTEN pasti “jelek”? Seringnya demikian dalam sudut pandang tertentu, meski tidak selalu. Kritikus sendiri ada yang berbeda pendapat. Contoh di atas menunjukkan bahwa ada sekitar 7% yang tidak menyukai film ini. Namun mayoritas kritikus menyukainya. Ini salah satu indikasi bahwa ada sesuatu yang menarik bagi para kritikus film, orang-orang yang setiap hari kerjanya mengulas film, yang jelas tidak bisa dipandang remeh. Kalau filmnya dianggap busuk maka gambarnya tomat hijau pecah seperti dilempar ke tembok.

Kita lihat gambar popcorn merah di bagian Audience Score, artinya dilihat dari para penonton awam yang memberikan ulasannya di situs ini. Popcorn merah artinya penonton awam suka. Kalau tidak suka gambarnya popcorn hijau yang tumpah.

Mari kita lihat contoh film yang dianggap buruk atau tidak menarik:

KKN

KKN

Per Februari 2015, ada lebih dari 2.5 juta film yang tersimpan di IMDB. Film terus diproduksi tiap hari. Semakin lama, ide baru yang menarik semakin berharga. Saya melihat kecenderungan bahwa semakin unik suatu film, semakin sulit mencari film yang sejenis yang sebelumnya beredar, maka filmnya semakin FRESH (idenya segar) di RT. Semakin klise sebuah film, terlalu banyak film serupa yang sebelumnya diputar, maka semakin ROTTEN (busuk atau membosankan) dia. Maka untuk bisa memahami mekanisme ini, jam terbang nonton Anda sangat penting. Jika Anda melihat sebuah film yang menurut Anda menarik namun dinilai busuk oleh para kritikus, mungkin film serupa jarang Anda tonton sebelumnya. Kalau hal ini terjadi, mungkin rating dari penonton awam akan membantu (popcorn meter). Biasanya rating sebelah kanan lebih menunjukkan rata-rata kepuasan penonton awam terhadap suatu film. Jika keduanya tinggi maka semua sepakat filmnya menarik, dan layak untuk ditonton. Jika rating kritikus tinggi namun rating penonton rendah, biasanya gagasannya menarik tapi eksekusinya tidak umum atau melelahkan penonton pada umumnya. Jika kritikus memandang rendah tapi penonton memberi rating tinggi, biasanya filmnya klise atau sudah banyak yang serupa, namun eksekusinya menarik hati penonton pada umumnya. Dan jika kritikus dan penonton sama-sama memberikan nilai rendah seperti halnya film TMNT di atas, maka film ini bisa dihindari atau jika Anda terpaksa harus menontonnya karena alasan tertentu, siapkan ekspektasi Anda. Yakinkan dalam hati, saya mau menonton yang dicap jelek. Saya mempersiapkan diri saya untuk tidak kecewa. Sering kali seseorang mengatakan JELEK setelah menonton sebuah film dikarenakan ekspektasi sebelum menonton dengan setelah menonton terdapat jurang yang cukup lebar. Intinya, untuk mengurangi efek kejutan seperti ini, biasakan sebelum menonton sebuah film kita lihat dahulu ratingnya di Rotten Tomatoes atau IMDB. Jika Anda tidak terlalu khawatir dengan trailer sebuah film, menonton trailernya di Youtube mungkin bisa membantu sekilas apa yang bakalan Anda dapatkan sebelum menonton filmnya. Seiring bertambahnya jam terbang film Anda, Anda akan hampir selalu benar dalam memprediksi kualitas sebuah film hanya dengan melihat trailernya.

2. Lihat portfolio orang yang terlibat dalam filmnya

Terkadang sebuah film diputar di bioskop kita, sementara di Amerika sendiri belum diputar. Hal ini biasanya dikarenakan sebuah film diprediksi meledak di pasaran sehingga negara yang pembajakannya tinggi didahulukan agar banyak orang sudah menontonnya di bioskop, dan bukan mendapatkan salinan bajakannya. Tanggal tayang sebuah film di berbagai negara bisa dilihat di IMDB.COM. Jika kasus ini yang terjadi, kita bisa memprediksi sebuah film dari:

  • Siapa dalangnya. Dalang di sini berarti sutradara, produser, atau penulis naskah cerita aslinya. Lihat sutradaranya pernah membintangi film apa saja. Ini bisa dilihat di IMDB. Jika sutradaranya pernah membuat film yang kita sukai, maka besar pula kemungkinan kita juga akan menyukainya. Produser atau penulis naskah cerita juga bisa memberikan petunjuk filmnya layak tonton atau tidak. Biasanya kalau sutradaranya masuk dalam daftar favorit, saya tidak segan-segan untuk menontonnya. Masing-masing sutradara punya ciri khasnya masing-masing. Coba lihat kecenderungan para sutradara film dalam membuat sebuah film sehingga meninggalkan ciri khas khusus di sini.
  • Siapa para aktor dan aktrisnya. Jika tidak ada yang terkenal (dengan asumsi Anda cukup mengenal banyak aktor dan aktris), maka belum tentu filmnya bagus. Periksa lagi aktor/aktris utamanya pernah membintangi film apa saja. Aktor kaliber kelas Meryl Streep tidak akan memainkan film kacangan. Dia dan agennya pasti pilah-pilih film untuk diperankan.

3. Untuk film drama, cobalah membayangkan Anda menjadi karakter utamanya

Untuk film aksi atau film dengan visual efek, you can say it is all about you. Anda boleh memaki kalau visual efeknya hancur-hancuran. Anda boleh menggerutu kalau aksinya cemen atau sangat buruk. Itu sudah resiko pembuat filmnya. Anda ingin dihibur dan dimanjakan oleh sutradaranya. Jika ada film perang terus actionnya memble, wajar Anda kecewa. Jika Anda menonton film visual efeknya sangat kentara buatan komputer, Anda akan mudah mencibirnya. Intinya pembuat film lebih bertanggungjawab untuk memuaskan Anda. Untuk menghibur Anda. Namun menurut saya, berbeda halnya dengan film drama. Untuk film drama, it is all about the character or the story telling. Film drama itu dibuat agar kita bisa menyelami perasaan karakter utamanya atau bagaimana sebuah cerita digulirkan. Jika ia mengalami sesuatu yang tragis, kita diajak ikut sedih bersamanya. Kita diajak berempati. Kita diajak berdiskusi, seandainya kita jadi dia, apa yang akan kita lakukan? Akankah kita lebih kuat? Atau lebih lemah? Film seperti ini mungkin tidak menghibur kita, namun memberikan pelajaran dalam kehidupan bagi kita. Kita diajak berpikir. Kita diajak berkontemplasi. Saya sedih kalau mendengar orang yang mengatakan: ah saya tidak suka nonton yang membuat saya berpikir. Waduh.. kita kan dikaruniai otak untuk berpikir. Film itu jenisnya banyak. Tidak semua ditujukan untuk menghibur. Ada film yang ditujukan untuk kita berpikir, untuk belajar dalam kehidupan, untuk mengenal sejarah, budaya, perasaan manusia, dan seterusnya. Semakin kaya kita akan perbendaharaan emosi, budaya, sejarah, dan perasaan manusia, kita akan semakin menghargai sesama. Kita akan mudah bertoleransi kepada sesama. Terkadang kita disentil atau disindir tentang hubungan kita dengan orang tua, pasangan hidup, anak, atau sesama kita. Lewat film drama lah biasanya ini semua kita dapatkan.

Dalam film Birdman, kita diajak menyelami menjadi seorang aktor tua yang dulu mudanya sukses sebagai superhero, kini mempertaruhkan segalanya untuk bisa kembali diterima dalam dunia hiburan melalui panggung Broadway. Castingnya kebetulan tepat sekali. Michael Keaton adalah aktor gaek yang dulu membintangi Batman, dan kini mencoba kembali tampil dengan kualitas akting yang lebih prima.

Dalam film Life is Beautiful, Roberto Benigni mengajarkan cinta kasih seorang Ayah yang begitu besar kepada anaknya hingga ia mengorbankan hidupnya.

Dalam film Whiplash, kita melihat bagaimana seseorang mengejar renjananya begitu keras sehingga ia mengorbankan cinta dan waktunya demi karis sepenuhnya. Kita juga melihat seseorang yang begitu ingin orang lain mengejar renjananya semaksimal mungkin dengan mengorbankan hubungan sesama manusia untuk saling menghargai dan menghormati.

Dalam film The Grand Budapest Hotel kita belajar tentang nilai-nilai persahabatan yang dijunjung tinggi hingga akhir hayat.

Dan seterusnya, dan seterusnya…

4. Menonton film (drama) butuh kesabaran

Cara penuturan sebuah film, antara seorang sutradara dengan sutradara lainnya berbeda-beda. Ada yang di awal temponya lambat, berangsur cepat ke belakang, ada yang konstan lambat, ada yang suka temponya cepat, ada yang menyukai twist atau kejutan di belakang, dan seterusnya. Jika kita yakin sebuah film mendapatkan rating tinggi dari kritikus, pastikan Anda siapkan semangkok kesabaran dalam menontonnya.

Kita lihat Truman Show contohnya. Jika Anda tidak sabar, dalam 5 menit mungkin Anda matikan DVDnya atau ganti channel TV Kabel atau Anda tinggalkan bioskopnya. Birdman juga demikian. Di awal tampaknya tidak menarik, namun seiring berjalannya waktu, kita melihat karakter utamanya bagaimana, dan konflik apa yang sedang ia hadapi. Memento besutan Christopher Nolan menggunakan alur mundur maju yang sangat kompleks, di mana Anda mungkin harus menonton lebih dari sekali untuk memahaminya, atau menggunakan DVD dan memajumundurkan filmnya. Quentin Tarrantino di film Pulp Fiction juga menggunakan alur maju mundur yang tidak biasa, yang akan membingungkan buat penonton yang tidak fokus atau tidak sabaran.

5. Menonton film butuh fokus

Selain kesabaran, Anda juga harus fokus untuk menikmati sepenuhnya karya seni. Itulah mengapa menonton di bioskop lebih menarik daripada menonton di rumah yang banyak gangguannya. Semakin kompleks sebuah film, semakin dibutuhkan kefokusan dalam menontonnya.

6. Belajar ikhlas menerima akhir sebuah film

Jika Anda menonton Basic Instinct, adegan terakhirnya yang menggantung harus bisa Anda terima secara ikhlas. Adegan film menggantung tidak mengharuskan kita mengatakan PASTI AKAN ADA SEKUELNYA. Bisa ya, bisa tidak. Namun kita harus belajar menerima dengan ikhlas akhir sebuah film atau bagaimana sutradara mengakhiri filmnya. Fokus pada apa yang ingin disampaikan sutradaranya, bukan pada sekedar bagaimana film berakhir. Film drama adalah film untuk belajar. It is about the message that is being conveyed by the director. It is about the main character. It is not about you, Dear Audience! Jangan terlalu dipusingkan dengan bagaimana film berakhir, namun fokus pada pesan apa yang ingin disampaikan sutradaranya. Film adalah dongeng adalah sebuah tutur sebuah kisah. Dalangnya pasti punya maksud dalam menuturkan kisahnya itu. Itulah yang wajib kita cari, wajib kita pikirkan, wajib kita renungkan. Keindahan atau harta karun dari hikmah sebuah film jauh lebih berharga daripada akhir sebuah film. Memang ada film yang endingnya memuaskan, tapi ada juga yang menggantung. Untuk yang menggantung, ada yang memang sutradaranya mengembalikan kepada kita, akhirnya mau bagaimana. Apakah akhirnya A atau B, tergantung kita aliran optimis atau pesimis. Tergantung kita ingin cerita itu berakhir bagaimana. Inilah film yang sutradaranya melibatkan kita menentukan akhir ceritanya. Sebut saja film Shutter Island karya Martin Scorsese yang memberikan akhir yang ambigu. Apakah Leonardo waras atau gila. Tentu saja beberapa petunjuk diberikan dalam film untuk kita temukan. Lihat saja film Inception karya Nolan, apakah Leonardo bermimpi sepanjang film, atau sadar di akhir film. Para sineas film itu menikmati karyanya diperdebatkan dan dipergunjingkan di media sosial oleh banyak penggemarnya. Semakin ramai dibicarakan dan diperdebatkan, semakin senang sutradaranya. Peluang filmnya makin laku makin besar. Intinya, nikmati proses sebuah film, cari hikmah dan pesan yang ingin disampaikan, dan ikhlas menerima akhir filmnya. Jangan berikan nilai akhir yang rendah hanya karena akhir filmnya tidak sesuai dengan yang Anda inginkan. Berikan nilai sesuai dengan the whole experience, termasuk nilai yang terkandung di dalamnya.

Terakhir, saya ingin mengutip kata-kata Kong Fu Tse (Confusius) :

Everything has its own beauty, but not everyone sees it

Selamat menonton, selamat menjadi penonton cerdas.

Gamification

Gamification

Gamification

Gamification? Apaan tuh?

Gamification pada dasarnya adalah bagaimana mengimplementasikan elemen dalam game dan menerapkan prinsip game design yang dapat memotivasi seseorang untuk melakukan suatu hal yang bermanfaat buat mereka sendiri.

Beberapa elemen game yang sering muncul adalah adanya point / score, reward, tantangan, dan tentu saja menyenangkan untuk dilakukan.

Contohnya apa sih?

  • Duolingo: aplikasi yang memudahkan kita dalam mempelajari bahasa asing
  • Nike Plus: lari dengan device tracking dari Nike benar-benar menyenangkan dan menantang
  • Kwit: aplikasi buat stop merokok
  • Zombies Run: lari karena dikejar Zombie. Bosen lari cuma dengerin lagu? Pasang aplikasi ini waktu mau lari. Rasakan sensasi lari dikejar zombie!!

Kata kunci utama adalah gamification membuat penggunanya termotivasi untuk melakukan hal tertentu.

Pengen dapat contoh banyak dan penjelasan singkat mengenai gamification?

Pengen nonton film pendek tentang gamification?

Gimana? Tertarik nggak? Pengen belajar Gamification, dapat sertifikat, dan gratis pula? Bisaaa… Klik di sini untuk bergabung!

 

Gambar didapat dari forbes.com.

Learning How to Learn

I decided to create a short presentation for my family and colleagues about Learning How to Learn as part of Final Assigment in Coursera. The contents I explained in the slides not only coming from the course material, but also from googling them in the Internet. I found out that to fully grasp the message that is conveyed by the instructors, I need to know with different angle or other phrases or finding an example for each term in the course.

Here are the topics I would like to share in the slides:

  1. Memory
  2. Chunking
  3. Sleep
  4. Deliberate Practice
  5. Interleaving
  6. Procrastination
  7. Life-long learning and broadening your passions

You can download the presentation here or watch the video here:

If you cannot access Youtube, see the slides here:

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

I recommend you to learn many new things for free from Coursera. Here are the courses I took or interest in:

Courses I took

Courses I took

Watch the instructor talking about Learning how to Learn in TedX

Weekly Photo Challenge: Warmth

In response to The Daily Post’s weekly photo challenge: “Warmth.”

Warmth of Joy

Warmth of Joy

Last week, during my visit to my home town, Tegal, Java, Indonesia, I went to the beach PAI (Pantai Alam Indah) with my kids. When they were playing with sands, I captured some pictures there. This one showing the warmth that sparks from the kids who were playing there. It is the warmth of joy.

Here is the other pics from the journey:

2015 – New Year

Al Ashr

Al Ashr

Demi waktu

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.

 

Captured from Quran.com

Exodus (2014) – Kisah Nabi Musa yang Miskin Mukjizat

Akhirnya setelah “cuti menulis” selama lebih kurang dua bulan karena satu dan lain hal, kini saatnya kembali berbagi apa yang saya rasakan setelah menonton film Exodus (2014) besutan Ridley Scott yang berjaya dengan banyak film, salah satunya Gladiator yang dibintangi Russell Crowe.

Sewaktu kecil, saya menonton film The Ten Commandments yang dibuat pada tahun 1956, dan merasa bahwa film ini lebih patuh dan lebih menggambarkan isi kitab suci daripada versi yang sekarang. Untuk membahas tentang film ini dari sudut pandang Alquran (karena saya muslim), dan setahu saya tidak jauh berbeda dengan yang ada di Injil, maka saya ingatkan bahwa tulisan berikut ini bisa mengganggu buat Anda yang belum menontonnya. (Spoiler Warning yaa…)

Musa dalam Exodus tidak menggunakan tongkat panjang seperti di Quran, namun justru membawa pedang. Musa digambarkan layaknya jenderal perang yang jago main pedang. Dalam film tidak ada adegan Musa mendapat mukjizat melempar tongkat menjadi ular yang memakan ular-ular milik penyihir Firaun.

QS Al Qashash (28:31)

dan lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Kemudian Musa diseru): “Hai Musa datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman.

Ayat berikutnya, 32, juga tidak ada di dalam film

Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia keluar putih tidak bercacat bukan karena penyakit, dan dekapkanlah kedua tanganmu (ke dada)mu bila ketakutan, maka yang demikian itu adalah dua mukjizat dari Tuhanmu (yang akan kamu hadapkan kepada Fir’aun dan pembesar-pembesarnya). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang fasik”.

Tidak ada adegan Musa membunuh manusia sebelum ia melarikan diri dari Memphis seperti di ayat 15

Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir’aun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata: “Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).

Di surat Al A’raaf 160:

Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!”. Maka memancarlah dari padanya duabelas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. (Kami berfirman): “Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu”. Mereka tidak menganiaya Kami, tapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri.

Ini juga tidak ada sama sekali. Tongkat yang menjadi perantara mukjizat dari Allah, tidak digambarkan di film sama sekali. Hanya untuk menggembala hewan ternak.

Harun, yang seharusnya menjadi juru bicara Musa, hanya tampak bagai asisten belaka di film ini.

Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku”.  (Al Qashash : 34)

Dan yang paling parah adalah kisah populer Musa membelah lautan. Dalam film ini, Tuhan tidak bicara apapun kepada Musa, Musa hanya melihat ada meteor jatuh, paginya laut surut. Jadi mukjizat Musa membelah lautan atas izin Allah dan dilihat kaumnya agar percaya kepada Musa, tidak digambarkan. Laut digambarkan surut, seolah-olah ini peristiwa alam biasa.

Padahal jelas dalam Al Baqarah (2:50):

Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.

Saya tidak mengerti dari mana keempat penulis cerita Exodus ini mendapatkan ilham untuk menggambarkan kisah mulia Nabi Musa yang berulang-ulang diceritakan dalam Al Quran. Musa digambarkan frustasi dengan Tuhannya, berteriak tanpa rasa hormat, jauh seperti yang ada dalam Quran. Musa dalam Quran digambarkan sangat santun.

Musa mendoa: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku”. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.  (Al Qashash : 16)

Musa berkata: “Ya Tuhanku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa”.  (Al Qashash : 17)

Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu”.  (Al Qashash : 21)

Dan tatkala ia menghadap kejurusan negeri Mad-yan ia berdoa (lagi): “Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar”. (Al Qashash : 22)

Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”. (Al Qashash : 24)

Lihat, betapa santunnya Musa yang diceritakan dalam Al Quran. Berbeda dengan karakter yang dimainkan oleh Christian Bale. Musa digambarkan pemarah, jago tempur, dan tidak sopan terhadap Tuhannya.

Well, orang bisa berkata, ini kan cuma hiburan. Sayangnya, hiburan ini kalau sepenuhnya fiksi, sah-sah saja. Kisah yang diceritakan yang harusnya dari agama, justru diselewengkan. Buat kita yang merujuk pada kitab suci yang kita percayai, seharusnya tidak ada masalah. Namun akan menjadi bahaya ketika orang-orang yang belum membaca kitab suci, atau anak-anak, menonton film ini. Tanpa filter yang kuat dan kemampuan analisis yang kritis, kita bisa menganggap bahwa Musa hanyalah dongeng belaka dengan Tuhan yang tidak tahu sebenarnya ada atau tidak, atau hanya karangan Musa belaka. Mukjizat diberikan Tuhan kepada nabi pilihanNya bukan sembarangan. Mukjizat diberikan agar manusia biasa tahu bahwa ada kekuatan superpower di belakangnya. Agar manusia sadar bahwa mereka hanyalah ciptaan Tuhan semata, dan punya kewajiban untuk mematuhi Tuhan agar hidupnya selamat di dunia (dan kelak di akhirat). Nabi adalah superhero wakil Tuhan di muka bumi. Kalau kelebihan superhero dicabut, maka dia hanya manusia belaka, yang tidak punya kemampuan meyakinkan sesama manusia lainnya. Bahkan mereka yang melihat dengan jelas kekuatan superpower ini saja berteriak ini cuma sihir. Apalagi yang tidak menunjukkan apa-apa.

Kesimpulannya, film Exodus adalah film dengan visual efek canggih yang lebih banyak fiksinya daripada patuh kepada kitab suci, yang seharusnya menjadi landasan ceritanya. Kalau mau fiksi, sekalian ngawur seperti Lord of The Ring atau Hobbit. Jangan buat cerita agama tapi miskin pesan. Kisah kebaikan Nabi Musa dalam Al Quran agar manusia menjadi wakil Tuhan di muka bumi yang tidak membuat kerusakan kurang tersampaikan. Yang ditekankan justru mengenai Musa melawan perbudakan, yang ujung-ujungnya hanya masalah HAM. Padahal inti ceritanya bukan hanya masalah membebaskan Bani Israil dari jajahan Firaun, namun membebaskan manusia dari menghamba ke manusia lainnya, yaitu hanya patuh kepada Allah SWT, Tuhan Maha Pencipta. Firaun yang kejam justru digambarkan lemah dan patut dikasihani. Kena azab malah hidup pula. Sebagai film agama, bisa dikatakan film ini gagal total untuk mencapai hal tersebut. Ini mungkin kisah Nabi Musa yang hidup di alam mimpi para penulis ceritanya. Atau mungkin mereka mencoba menuliskan ulang sejarah dengan visual efek canggih agar berkesan nyata. Ah seandainya saja Tony Scott, saudara kandung Ridley Scott yang sudah mati bunuh diri itu bisa bercerita tentang alam kubur, mungkin kisahnya akan berbeda :)

Silakan kalau menonton, namun tetap kritis!

Exodus

Exodus

Disebalik Kesedihan Menghadapi Musibah

wisnuwidiarta:

Tulisan untuk sahabatku, Mas Rahman, yang ditinggal pergi istrinya ke haribaan Allah SWT.

Originally posted on Nasbun Nurain:

Kesedihan yang disebabkan oleh sesuatu musibah itu menghapuskan dosa seseorang. Ada dosa yang hanya terhapus dengan kesedihan. Rasulullah SAW juga turut mengalami kesedihan. Ubatilah kesedihan dengan zikir, istigfar dan doa serta bersabarlah menghadapi musibah. Berdoalah agar Allah gantikan kehilangan itu dengan perkara yang lebih baik.

View original 609 more words