Arsip Tag: islam

Keberkahan Seuntai Kalung

Keberkahan Seuntai Kalung

RT dari Yusuf Mansur

KEBERKAHAN SEUNTAI KALUNG – Ada Orang tua menghampiri Nabi dan ia berkata : ” Ya Rasulallah, aku kelaparan, berilah aku makan, aku tidak punya pakaian, beri aku pakaian dan aku miskin beri aku kecukupan “. Rasul yang dermawan itu berkata : ” Aku tak punya apapun untukmu, akan tetapi orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan ganjarannya sama dengan orang yang melakukannya, karena itu cobalah datang ke rumah orang yang mencintai Allah dan RasulNya dan dicintai oleh Allah dan RasulNya, tentu dia akan mendahului Allah ketimbang dirinya sendiri, pergilah ke rumah Fatimah, hai Bilal, tolong antarkan ia ke rumah Fatimah.

Maka berangkatlah mereka ke rumah putri Rasul yang mulia Fatimah, sesampainya didepan rumah Fatimah, ia memanggil dengan suara keras : assalamu`alaikum, wahai keluarga Nabi shallallahu alaihi wa sallam, keluarga dimana Jibril as menurunkan alqur`an dari Rab semesta alam “. Setelah menjawab salam, Fatimah bertanya : ” siapakah bapak? ” Ia menjawab : ” aku orang tua dari suku arab baduy, aku telah bertemu ayahmu, pemimpin umat manusia, sementara aku wahai putri Rasul, adalah orang yang tidak berpakaian, lapar dan miskin, bantulah aku, semoga Allah memberkahimu “.

Fatimah mengambil kalung yang dikenakanya dan hanya itulah satu-satunya milik yang paling berharga, diserahkanya kalung tersebut sambil berkata : ” Ambillah ini dan juallah. Semoga Allah memberimu sesuatu yang lebih baik “. Orang itupun menerima kalung itu dengan gembira lalu pergi ke masjid untuk menjumpai Rasulullah, sesampainya di masjid ia menigatakan kepada Rasulullah : ” Ya Rasulallah, Fatimah putrimu telah memberikan kalung ini dan ia berkata : ” Juallah kalung ini, semoga Allah memberimu sesuatu yang lebih baik “.

Mendengar itu, Rasulullah pun menangis. Ammar pun berdiri seraya berkata : “Ya Rasulallah apakah anda mengizinkanku untuk membeli kalung itu? “. Rasulullah menjawab : ”Belilah wahai Ammar..”. Ammar bertanya : ”Dengan harga berapa engkau akan menjual kalung itu wahai saudaraku?”. Orang itu menjawab :”Seharga roti dan daging yang akan menghilangkan rasa laparku, selembar kain yaman yang akan menutupi auratku agar aku dapat shalat menghadap Rabbku dan satu dinar uang untuk pulang menemui keluargaku”.

Kemudian Ammar menjual bagian harta rampasan perang yang didapatkannya dari Rasulullah, tidak ada yang tersisa sedikitpun, ia berkata kepada orang arab baduy itu : “Anda akan saya beri uang 20 dinar 200 dirham, sehelai kain yaman, kendaraanku untuk mengantarkanmu sampai ke rumahmu dan rasa kenyang dari roti dan daging”. Orang itu berkata : “Duhai, betapa pemurahnya tuan ini. Semoga Allah memberkahi anda wahai tuan yang mulia”.

Ammar mengajak orang itu ke rumahnya dan memberikan semua yang dijanjikan kepadanya. Kemudian orang itu menjumpai Nabi shallallahu alaihi wa sallam, yang kemudian berkata : ”Sudahkah anda kenyang dan berpakaian?” Orang itu berkata : “Sudah Ya Rasulallah, bahkan demi Allah, aku menjadi orang yang kaya saat ini”.
Ammar pulang ke rumahnya mengambil kalung itu lalu meneteskan minyak misik dan membungkusnya dengan kain Yaman, ia memiliki seorang budak yang bernama Sahmun yang ia beli dari ghanimah yang didapatkannya saat perang kahibar. Kalung itu diserahkan kepada budaknya seraya berkata : ”Berikan ini kepada Rasulullah dan engaku sendiri aku hadiahkan untuk beliau”.

Budak itupun mengambil bungkusan kalung tersebut dan membawanya kepada Rasulullah lalu menyampaikan apa yang dikatakan Ammar. Rasulullah bersabda : “Pergilah kepada Fatimah, berikan kalung itu kepadanya dan engkau menjadi miliknya”. Datanglah budak itu menyampaikan apa yang dikatakan Rasulullah kepada Fatimah, Fatimah lalu menerima kalung itu, kemudian membebaskan Sahmun dari statusnya sebagai budak. Sahmun pun tertawa.

Fatimah bertanya :” Apa yang membuatmu tertawa ya ghulam?” Sahmun berkata : “Betapa besarnya keberkahan kalung ini, inilah yang membuatku tertawa. Kalung ini telah mengenyangkan orang yang lapar, memberi pakaian orang yang telanjang, menjadikan kaya orang yang miskin dan memerdekakan seorang budak, lalu kembali kepada pemiliknya”.

Wafatnya Pak Damiri Bin Sugari

Wafatnya Pak Damiri Bin Sugari
Wafatnya Pak Damiri Bin Sugari

Pagi ini kami dikejutkan dengan wafatnya Pak Damiri Bin Sugari. Beliau adalah paman dari istriku yang tinggal di Pondok Cabe. Dulu waktu aku menikah beliaulah yang mencetakkan undangan pernikahannya. Orangnya sangat baik dan perhatian kepada kami.

Berikut ini adalah foto-foto pada saat pemakaman beliau di Pondok Cabe.

Selamat jalan, Pak Damiri, semoga Allah SWT mengampuni segala dosamu dan menerima semua amal ibadahmu di dunia ini…

This slideshow requires JavaScript.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Ali Imron: 185)

Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (Al-An’aam: 61)

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfa`atan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah.” Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan (nya). (Yunus: 49)

Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan. (As Sajadah:11)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (Al-Anbiyaa:35)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (Al-Ankabuut: 57)

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Luqman: 34)

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. (Az Zumar 42)

Kutipan Quran disalin dari sini.

Ramadhan 1431 H

Ramadhan 1431 H

Terkait dengan project besar yang aku tangani saat ini di kantor, terpaksa lebaran kali ini tidak mudik. Untungnya, sehari sebelum lebaran bisa libur, jadi bisa berbuka puasa terakhir di Ramadhan 1431 H ini bersama keluarga. Setelah membayar zakat fitrah di Mesjid Al Azhar dan berbuka dengan ta’jil yang disediakan, kami memilih berbuka puasa bersama di Pizza Hut. Rayyan, anak pertama kami, menyukai chicken wings dan pizza di sana. Alhamdulillah, hujan turun menemani kami berbuka, meneduhkan hati dan jiwa kami yang menuntaskan puasa Ramadhan.

Rayyan tahun ini berusia 7 tahun dan sekarang duduk di kelas 2 SD. Pada hari pertama puasa, sepulang kerja aku menanyakan status puasanya. Ternyata jam 12 siang ia mengaku minum segelas air putih karena merasa sangat haus. Aku agak kecewa sebenarnya, karena berharap ia akan kuat sampai maghrib. Akhirnya aku menggunakan pendekatan reward untuk membuktikan bahwa sebenarnya dia kuat.

“Kakak, mulai besok kalau kakak haus lagi dan buka jam 1 siang, Ayah akan kasih hadiah 1000 rupiah. Kalau buka jam 2, akan ayah kasih hadiah 2000 rupiah. Kalau sampai maghrib jam 6, kakak akn mendapat 6000 rupiah. Tapi kalau kakak buka jam 12, kakak akan mendapatkan 0 rupiah.”

Dengan pendekatan ini 29 hari sisanya, Rayyan berhasil menuntaskan puasanya hingga pukul 6 sore! Dia mengatakan sebenarnya dia tergoda untuk berbuka jam 2 atau jam 4. Namun mengingat kalau sampai jam 6 hadiahnya 6000, maka ia tuntaskan puasanya. Kini dia telah mengetahui bahwa jika mau dan ada motivasi maka ia sebenarnya kuat menjalani puasa hingga sore hari. Setelah memberikan hadiah, aku menantangnya dengan hadiah yang jauh lebih besar.

“Kakak, ternyata kakak kuat kan, berpuasa hingga sore hari, selama sebulan lamanya? Nah Ayah ingin Kakak berpuasa nanti di kelas 2 tanpa hadiah dari Ayah sama sekali. Ayah ingin Kakak hanya berharap pahala dan ridho Allah semata. Karena pahala dan ridho Allah besarnya meliputi luasnya langit dan bumi. Uang Ayah tidak ada apa-apanya. Apakah Kakak siap dengan tantangan ini?”

“Insya Allah, Yah. Kakak ingin dapat pahala dari Allah yang besar.”

Istriku menambah beberapa kalimat yang menyatakan bangganya kami akan prestasinya kali ini dan berharap tahun depan dapat lolos dengan tantangan yang lebih besar.

Aku tambahkan lagi bahwa ia menghargai bulan puasa ini seperti ia menghargai namanya sendiri, Muhammad Rayyan Ramadhan. Aku berharap ia menjadi anak terpuji yang dapat memasuki surga Allah SWT melalui pintu Ar Rayyan.

“Sesungguhnya di dalam Surga terdapat sebuah pintu yang disebut Ar-Royyan. Orang-orang yang rajin berpuasa akan masuk Surga melewatinya pada hari kiamat nanti. Tidak ada orang yang memasukinya selain mereka. Diserukan kepada mereka, ‘Manakah orang-orang yang rajin berpuasa?’. Maka merekapun bangkit. Tidak ada yang masuk melewati pintu itu selain golongan mereka. Dan kalau mereka semua sudah masuk maka pintu itu dikunci sehingga tidak ada lagi seorangpun yang bisa melaluinya…” (HR. Bukhari [1896] dari Sahl radhiyallahu’anhu).