Arsip Tag: guci

Camping @ Guci – Tegal – Jawa Tengah (iii)

Camping @ Guci – Tegal – Jawa Tengah (iii)
Camping @ Guci – Tegal – Jawa Tengah (iii)

Postingan ini adalah bagian ketiga dari perjalanan ke Guci Tegal Jawa Tengah. Tulisan tentang keberangkatan ada di sini sedangkan di pantai ada di sini.

Sesaat sebelum sampai ke Guci, kami mengambil gambar di tengah sawah ladang dan latar belakang Gunung Slamet nan indah.

This slideshow requires JavaScript.

Sesampai di Guci kami mengambil gambar dengan latar belakang tulisan Taman Wisata Air Panas Guci Ala Hollywood. Ini sebagai salah satu bukti sudah sampai di Guci hehehe. Setelah memarkir mobil kami mengambil gambar di air terjun Pancuran 13. Uniknya, tidak seperti air terjun di tempat lain, curahan air ini bersatu dengan air panas sehingga air sungainya hangat. Konon bisa mengobati penyakit kulit karena mengandung sulfur.

Setelah puas mengambil gambar dengan slow speed dan tripod, kami bergegas mencari spot untuk mendirikan tenda. Tenda yang didirikan lebih kurang 15 menit ini dapat menampung 4 orang dewasa di dalamnya, dan 1 orang di bagian serambi sehingga total bisa menampung 5 orang. Dekat kami mendirikan tenda ada villa yang disewakan per malam 500.000 rupiah, dua kamar dan dilengkapi dengan water heater. Bagi yang ingin menginap tanpa tenda dan ingin bermalam dengan nyaman bisa menginap di sini.

Malamnya kami memesan satu pikul kayu bakar seharga 40 ribu rupiah dan bensi 1 liter 5000 rupiah. Kayu kami gunakan untuk menyalakan api unggun dan memasak air. Luar biasa.. sangat kembali ke alam dan jauh berbeda dengan rutinitas kami sehari-hari di Jakarta yang serba instan. Yang biasanya tinggal menekan tombol dispenser air panas mengucur, kini kami harus berjuang beberapa lama untuk mendapatkan air panas.

Tips untuk berkemah:

  1. Pastikan tenda dapat menahan air hujan yang deras (tanyakan pada penjual tenda, berapa mm air hujan yang bisa ditahan oleh tenda. Tenda yang kubeli kudapatkan di Ace Hardware Livingworld, dan jaket dibeli di Pasaraya Blok M. Bila ingin membeli bisa melihat di sana untuk perbandingan harga dengan tempat lainnya)
  2. Pastikan membawa jaket tebal dan atau sleeping bag yang dapat menahan dingin sesuai ketinggian lokasi. Guci terletak sekitar 1500 m di atas permukaan laut, sehingga pada malam hari suhunya bisa dingin sekali. Sarung tangan, penutup kepala yang bisa melindungi telinga, dan kaos kaki tebal bisa membantu menahan dingin.
  3. Kompor gas portable atau kompor dengan parafin bisa digunakan untuk memasak air. Jangan lupa membawa pancinya

Malam itu kami melihat bintang gemintang sangat indah dan bertaburan di angkasa. Masya Allah, indah sekali. Saya, Pras, dan Adnan sholat Isya dengan nikmat dan insya Allah khusyuk. Tidak ada yang dikejar, semua dilakukan serba santai dan menyenangkan. Benar-benar liburan yang luar biasa.

Pulang dari Guci kami mampir makan Kupat Glabed Randugunting di depan Mesjid Agung Tegal. Luar biasa maknyus!

Tips kuliner / oleh-oleh Tegal:

  1. Sate kambing Tirus dan Lebaksiu
  2. Sate ayam Farad Sidjan (depan Stasiun Tegal)
  3. Kupat glabed Randugunting (depan Masjid Agung Tegal atau depan Stasiun Tegal)
  4. Kupat blengong (dekat Tegalsari)
  5. Sauto (soto dengan tauco) di daerah Talang (rekomendasi : Warung Amir) atau Senggol (dekat alun-alun).
  6. Sop Ayam Miraos (Jl. Jendral Sudirman)
  7. Es Sagwan
  8. Yong Tahu Samudra (dekat Toko Ijo, jalan Veteran)
  9. Latopia (Paweden, Jl. Veteran)
  10. Nasi Lengko (Jl. Setiabudi)

Dari Jakarta, Tegal ditempuh sekitar 330 km, bisa menggunakan mobil pribadi, bus umum, atau kereta api. Kereta api ada yang ekonomi, bisnis, dan eksekutif. Rekomendasi: Cirebon Express AC yang sampai ke Tegal. Kalau naik bis bisa mengambil jurusan Jakarta-Purwokerto atau Jakarta – Tegal lalu menyambung arah Purwokerto. Dari Slawi ada angkot sampai ke Guci.

Selamat berwisata!

Camping @ Guci – Tegal – Jawa Tengah

Camping @ Guci – Tegal – Jawa Tengah
Camping @ Guci – Tegal – Jawa Tengah

Jumat malam kemarin, aku berlima dengan teman-teman kantor berangkat ke Guci, Tegal, Jawa Tengah untuk hunting foto, wisata kuliner, berenang, dan berkemah di sana.

Setelah sholat Isya, kami menuju ke parkiran mobil untuk packing. Lumayan lama packingnya, karena ternyata tambang untuk mengikat barang di atas mobil kurang panjang. Sempat mencari ke Plaza Senayan, Senayan City, dan STC sayang tidak ketemu. Alhamdulillah justru saat sudah nyaris putus asa, iseng-iseng minta ke cleaning service di STC dan ternyata mereka punya tambang bekas dan tali rafia. Jadilah kami berangkat sekitar pukul 11 malam.

Jalanan pantura tidak banyak masalah, hanya ada 2 titik yang harusnya ada dua jalur terpisah, digabung karena sedang perbaikan. Yang paling parah adalah perbaikan jembatan di Brebes yang luar biasa macet. Untung ada orang yang menawarkan jasa untuk menunjukkan jalur alternatif. Biaya 20 ribu rupiah dirasa sepadan untuk menggantikan kemacetan yang luar biasa gila. Seharusnya Pemda sebelum melakukan perbaikan ini menyiapkan jalur alternatif yang benar dengan tanda-tanda yang jelas bagi semua orang. Ini bukti perbaikan dilakukan tanpa banyak pertimbangan sama-sekali.

Sampai di Tegal kami langsung sarapan pagi di jalan Setiabudi, di warung nasi Lengko. Dengan hanya uang sekitar 8000 perak per orang, sudah kenyang makan lengko, teh manis hangat, dan gorengan. Luar biasa.Di JalanĀ  Setiabudi banyak lalu lalang tukang becak dan sepeda. Penjual makanan seperti gudeg atau duren juga banyak ditemui di sana.

This slideshow requires JavaScript.

- Bersambung -