Arsip Tag: drama

Sang Penari (2011)

Sang Penari (2011)
Sang Penari (2011)

Film yang disutradarai Ifa Isfansyah (Harap Tenang Ada Ujian, Garuda di Dadaku) ini menceritakan tentang kisah cinta sepasang anak manusia yang bernama Srintil dan Rasus. Srintil diperankan oleh pendatang baru Prisia Nasution sedangkan Rasus diperankan oleh Oka Antara (Perempuan Berkalung Sorban, Hari untuk Amanda).

-Penggalan cerita berikut mungkin mengurangi kenikmatan Anda menonton filmnya. Silakan lewati jika ingin mendapatkan pengalaman menonton tanpa mengetahui garis besar ceritanya-

Dari kecil Srintil suka menari dan mengagumi ronggeng (penari yang dipercaya titisan roh nenek moyang yang memiliki kharisma dan kecantikan serta kepandaian untuk menari). Di Dukuh Paruk, tempat mereka tinggal, adanya ronggeng merupakan perwujudan penghormatan terhadap nenek moyang mereka, Eyang Secamanggala. Kuburannya jadi tempat sesembahan, sebuah praktek syirik yang masih melekat di tahun 1960-an. Setelah ayah Srintil membuat banyak warga desa mati – termasuk ronggeng yang ada saat itu – dengan tempe bongkreknya yang beracun, praktis Dukuh Paruk zonder ronggeng. Kedua orang tua Srintil yang juga mati setelah memakan bongkrek di depan warga desa yang marah, membuat Srintil menjadi yatim piatu. Praktis hidupnya bersama paman dan bibinya serta berteman akrab dengan Rasus. Menginjak dewasa, Srintil semakin bertekad ingin menjadi ronggeng. Ia ingin menebus dosa kedua orangtuanya yang menyebabkan banyak orang mati dengan menjadi ronggeng. Ronggeng dianggap mewakili kesuburan dan restu dari nenek moyang serta memberi kegembiraan dan kebahagiaan bagi penghuni desa. Tidak hanya menari, seorang ronggeng juga harus mau melayani lelaki manapun yang mau membayarnya dengan harga mahal, baik emas maupun bentuk lain misal hewan ternak. Para istri lelaki itu juga mendukung suaminya untuk meniduri ronggeng sebagai lambang prestige dan jaminan kesuburan dan kemakmuran bagi suaminya. Cita-cita Srintil menjadi ronggeng menjadi bumerang terhadap kisah kasihnya dengan Rasus. Tentu saja Rasus tidak ingin kekasihnya menjadi ronggeng, yang dia katakan seperti pohon kelapa, bisa dipanjat oleh setiap lelaki yang menginginkannya. Namun tekad Srintil menjadi ronggeng begitu kuat, sehingga Rasus menjadi prioritas kedua dalam hidupnya dan hatinya terbelah dua. Ronggeng atau Rasus. Rasus yang kecewa dengan pilihan Srintil yang enggan menghapus cita-citanya menjadi ronggeng membuatnya ingin bergabung dengan tentara. Cintanya tak pernah hilang, hatinya hanya untuk Srintil. Sementara Srintil, mencintai kehidupan ronggeng dan Rasus. Hingga akhirnya datang masa ketika PKI masuk ke desa-desa, termasuk Dukuh Paruk. Srintil dan banyak penduduk desa lainnya yang hanya ikut-ikutan diciduk oleh tentara.

Apakah Rasus berhasil membebaskan Srintil? Apakah mereka akhirnya dapat hidup bersama? Silakan tonton film ini yang cukup fresh, dan tidak mencoba mengekor film-film lokal yang terjebak dalam dunia supranatural dan selangkangan. Film ini bersetting di jaman PKI di daerah Banyumas, Jawa Tengah. Penggunaan bahasa lokal yang medok oleh Oka Antara, menurut saya cukup meyakinkan. Prisia Nasution yang lebih sering menggunakan kalimat lengkap berbahasa Indonesia justru mengganggu. Porsi bahasa ngapak-ngapak Oka lebih banyak dan cekoknya lumayan meyakinkan. Prisia kadang menggunakan bahasa Indonesia lengkap, yang jarang diucapkan oleh orang Tegal maupun dari daerah Purwokerto. Bahasa Indonesia terkadang digunakan, biasanya untuk menekankan suatu kata, seperti kita menggunakan Bahasa Inggris dalam percakapan. Seandainya porsi Srintil dalam pengucapan kalimat lebih banyak menggunakan bahasa Jawa, maka akan lebih meyakinkan.

Penggunaan kendaraan dan setting perumahan dikerjakan dengan cermat dan memberikan gambaran tahun 1960-an. Ifa dan kru patut diacungi jempol untuk hal ini. Keluguan Rasus dari belum menjadi tentara hingga bertambahnya kepercayaan dirinya juga diperankan dengan baik oleh Oka. Slamet Raharjo yang memerankan dukun ronggeng juga tampil total seperti biasa. Cengkok Melayunya yang dia gunakan di film-film berbudaya Sumatra, lebur dengan logat bahasa Jawa yang cukup meyakinkan.

Bila Anda penikmat film (atau pengguna bahasa ngapak-ngapak), maka Sang Penari akan memberikan nuansa baru yang berbeda dengan film-film lokal lainnya. Jika Ifa terus mendobrak dengan film-film berkualitas seperti ini, ia akan kutulis di hatiku mendampingi Joko Anwar yang menjadi favoritku dengan Pintu Terlarangnya.

Meskipun belum membaca trilogi novel aslinya yang ditulis oleh Ahmad Tohari, namun menonton film ini cukup puas dengan skor 8/10. Mungkin salah satu rahasianya adalah Salman Aristo yang menjadi salah satu penulis skenario yang mengadaptasi novel ini. Salman Aristo yang sukses dengan Ayat-ayat Cinta dan Laskar Pelangi rupanya menjadi salah satu faktor yang membuat film ini enak dinikmati.

This slideshow requires JavaScript.

Priben? Wis oh ditonton filme. Apik wis dijamin. Nyong ora goroh. Oh ya, aja nggawa bocah cilik nonton film kiye.Ora pantes ditonton daning cah cilik.

The King’s Speech (2010)

The King’s Speech (2010)
The King’s Speech (2010)

Luar biasa! Kisah persahabatan dua manusia yang berbeda kasta yang abadi dan dikenang sepanjang masa. Film ini menceritakan biopik Duke of York alias Raja George VI Inggris, ayahanda Ratu Elizabeth II. Raja George atau oleh keluarga dekatnya dipanggil Bertie, gagap sejak umur 5 tahun. Padahal selain abangnya, ia juga kandidat raja berikutnya. Nah bagaimana mau jadi raja, kalau pidato aja gelagepan. Berbagai ahli terapis gagap sudah dicoba namun selalu gagal, hingga suatu ketika istrinya yang bernama Elizabeth (diperankan Helena Bonham Carter), memintanya untuk mencoba Lionel Logue. Lionel yang berasal dari Australia ini diperankan oleh Geoffrey Rush dengan akting yang sama gilanya dengan Colin Firth yang memerankan Duke of York. Emosi kita dibawa naik dan turun, terkadang tertawa geli, melihat kelucuan-kelucuan yang timbul saat terapi berlangsung. Pada awalnya, sang Raja tidak percaya dan putus asa dengan Lionel. Namun setelah melihat bahwa ia sempat tidak gagap berkat petunjuknya, akhirnya ia pasrah dan kembali pada Lionel.

Cerita yang sangat menawan, disutradarai dengan sangat baik oleh Tom Hooper yang sebelumnya membesut The Damn United. Film ini mendapat 12 nominasi Oscar 2011, dengan kategori sebagai berikut:

Best Achievement in Art Direction
Eve Stewart
Judy Farr
Best Achievement in Cinematography
Danny Cohen
Best Achievement in Costume Design
Jenny Beavan
Best Achievement in Directing
Tom Hooper
Best Achievement in Editing
Tariq Anwar
Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Score
Alexandre Desplat
Best Achievement in Sound Mixing
Paul Hamblin
Martin Jensen
John Midgley
Best Motion Picture of the Year
Iain Canning
Emile Sherman
Gareth Unwin
Best Performance by an Actor in a Leading Role
Colin Firth
Best Performance by an Actor in a Supporting Role
Geoffrey Rush
Best Performance by an Actress in a Supporting Role
Helena Bonham Carter
Best Writing, Screenplay Written Directly for the Screen
David Seidler

Untuk British Independent Award, penghargaan yang sudah dimenangkan jatuh kepada:

Best Actor
Colin Firth
Best Screenplay
David Seidler
Best Supporting Actor
Geoffrey Rush
Best Supporting Actress
Helena Bonham Carter

Best British Independent Film

Di Golden Globe, Colin Firth menggondol Best Performance by an Actor in a Motion Picture – Drama!

Skor 8/10.

This slideshow requires JavaScript.

Black Swan (2010)

Black Swan (2010)
Black Swan (2010)

Kalau Anda menyukai Requiem for A Dream dan Wrestler, film ini adalah salah satu masterpiece besutan Darren Aronofski. Natalie Portman diganjar best actress di pelbagai penghargaan, termasuk Golden Globe! Beautifully Dark!

Filmnya bercerita tentang balerina bernama Nina yang terpilih sebagai Ratu Balerina dan menjadi tokoh utama pementasan Swan Lake. Ia yang sangat menjiwai memerankan White Swan merasa tertantang ingin menjadi sempurna dengan sekaligus memerankan sebagai Black Swan yang kepribadiannya gelap. Lambat laun ia mengalami halusinasi seiring kemampuannya membawakan peran Black Swan! Tekanan dari ibunya yang sangat protektif dan atasannya yang menghendaki kesempurnaan dirinya membuatnya ia sulit membedakan antara realita dan halusinasi…

9/10. Luv this movie a lot. Jagoin Natalie buat Oscar 2011!

This slideshow requires JavaScript.

The Fighter (2010)

The Fighter (2010)
The Fighter (2010)

Film yang diperankan oleh Mark Wahlberg dan Christian Bale ini menceritakan sepak terjang petinju Micky Ward dan saudaranya yang menjadi pelatihnya, Dicky Ecklund. Tiga kali meraih Golden Gloves New England, Micky sempat berhenti setelah sempat kalah 4 kali berturut-turut. Pas dapat kesempatan berikutnya, ternyata lawannya diganti dengan lawan lain yang jauh lebih berat berat badannya. Walhasil dia kalah. Akhirnya dia sadar, saudaranya yang harusnya melatih lebih fokus ke kokain dan ibunya sebagai manager kurang bisa mengerti kebutuhan Micky sehingga akhirnya Micky memilih tidak mau diatur keluarganya. Mendapatkan sponsor dan pelatih baru, Micky berlatih dan mulai membukukan kemenangan. Meskipun demikian, Dicky yang tertangkap karena melakukan tindak kriminal untuk mengumpulkan uang buat Micky untuk biaya training, tetap memberi masukan ketika Micky akan bertanding. Tak diduga strategi Dicky yang aneh dan nyaris diragukan semua orang, membawa Micky ke kemenangan. Akhirnya Dicky kembali dalam tim untuk membantu Micky berlatih.

Filmnya enak dilihat, menegangkan, beberapa mengundang tawa dan gelengan kepala melihat kekonyolan Dicky yang suka narkoba. Bahkan HBO memfilmkan kehidupan Dicky yang tergantung kepada barang haram itu. Namun demikian, bukan Mark Wahlberg yang mencuri perhatian penonton, namun justru Dicky. Dicky digambarkan sebagai pecandu kokain yang akhirnya dipenjara, insyaf, dan akhirnya kembali ke jalan yang lurus. Secara akting Christian Bale justru lebih susah daripada usaha Wahlberg, karena harus menjadi pecandu, pelatih urakan, dan akhirnya sadar dan bangkit untuk membantu saudaranya bisa menjadi juara. Tidak heran Bale diganjar golden globe sebagai pemeran pembantu pria terbaik.

Overall untuk film ini adalah 8/10. Tema yang bisa diambil adalah keluarga bisa membawa kita untuk maju atau justru sebaliknya. A good movie to watch.

This slideshow requires JavaScript.

Let Me In (2010)

Let Me In (2010)
Let Me In (2010)

Awesome. Film yang diremake dari film Swedia dan diangkat dari novel Let the Right One In ini bisa dikatakan berhasil membuat penonton memegang kursi kencang-kencang pada banyak adegan. Ini bukan film vampire kelas kacangan ala Twilight (sue me), tapi bisa dibilang film vampire terbaik setelah Bram Stoker’s Dracula. Dibuat dengan begitu indah, music score yang menegangkan, pendalaman karakter yang sangat baik, dan akting pemainnya yang kuat membuat film ini tidak boleh dilewatkan buat pecinta drama fantasi horor.

Filmnya berkisah tentang seorang anak lelaki berusia 12 tahun yang berkawan dengan seorang vampire seumuran dengannya. Bagaimana mereka berkenalan, bersahabat, hingga saling setia. Mereka sama-sama merasa terasing dari dunianya. Si anak lelaki dipelonco di sekolahnya dan orang tuanya mau bercerai. Si vampire terasing dari masyarakat. Tidak sekolah, tidak mendapat hadiah ulang tahun, dan tidak punya banyak sahabat. Hanya bertahan hidup dengan meminum darah segar. Apakah mereka tetap bersahabat ataukah si anak lelaki berubah menjadi vampire? Ataukah si anak lelaki justru membunuh vampire atas nama kebaikan? Tonton ya sendiri di bioskop terdekat Anda. Jangan di dvd deh. Koleksi boleh, tapi film ini harus ditonton di bioskop atau home theatre tanpa banyak gangguan.

Akting si anak lelaki dan si vampire begitu baik sehingga menjadikan keduanya sebagai calon aktor hebat di masa depan. Mereka adalah Kodi Smit-McPhee dan Chloe Moretz.  Kodi tampil prima juga di The Road bersama Viggo Mortensen dan bermain di Romulus My Father bersama Eric Bana. Chloe Moretz bermain luar biasa di Kick Ass dan 500 Days of Summer.

This slideshow requires JavaScript.

Skor: 9/10.