Arsip Tag: adventure

Menginap di Tenda Mongolia @ Highland Park Resort Bogor

Menginap di Tenda Mongolia @ Highland Park Resort Bogor

Beberapa minggu yang lalu kami sekeluarga mendapat kesempatan untuk menginap di Highland Park Resort Bogor yang memiliki konsep tenda seperti orang Mongolia. Meskipun bentuk luarnya tenda, namun dalamnya dikeramik permanen dengan AC, tempat tidur, sofa bed, shower, wastafel, dan toilet yang juga dibuat permanen.

Berangkat dari rumah di pagi hari, dan sebagai penunjuk arah saya menggunakan aplikasi Maps di iPad. Kata kunci tujuan adalah Taman Sari, Ciomas, Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Setelah sampai ternyata baru tahu kalau Google Maps memberikan rute terpendek, meskipun kadang-kadang jalannya sempit. Dari Serpong perjalanan ditempuh sekitar 45 km. Tempat wisata ini ternyata berada tidak jauh dari Gunung Salak, tempat jatuhnya pesawat Sukhoi.

Begitu sampai kami disambut dengan welcome drink, melakukan registrasi, lalu diantar dengan kendaraan yang biasa dipakai pada permainan golf ke tenda karena bawaan banyak dan jarak yang cukup jauh. Ruang tunggu resepsionis terletak dalam satu bangunan dengan tempat makan di lantai dua selain ada ruang bermain anak dan juga bar. Di antara lobi dan tenda terdapat halaman luas untuk permainan anak dan kolam renang bergaya theme park sederhana. Di sebelah kolam renang ini dipasang pula flying fox dan tempat bermain futsal in door. Beberapa ekor kuda juga tersedia buat mereka yang ingin mengajak anaknya berkuda mengelilingi resort ini.

Begitu masuk tenda berkapasitas 6 orang dewasa ini, kami melihat ruangan tanpa sekat itu terdiri dari 1 tempat tidur dewasa untuk 2 orang, dan 4 sofa bed. Shower untuk mandi dan toiletnya dipisahkan oleh wastafel permanen. Sebuah TV layar datar dan AC split yang cukup dingin melengkapi kamar yang dibandrol sekitar 2 juta rupiah itu.

Beberapa kelebihan dari tempat ini:

  1. Menyajikan konsep yang unik dan berbeda dengan penginapan lainnya
  2. Cocok untuk anak-anak karena ada flying fox, futsal, sepeda lipat, berkuda, perosotan, ayunan, dan kolam renang
  3. Makanannya enak dengan view ke Gunung Salak yang indah

Beberapa kekurangan tempat ini:

  1. Kurang dingin, tidak sedingin Michael Resort di Gunung Bunder
  2. Area tenda kurang pohon besar sehingga siang sangat panas
  3. Masih perlu banyak wahana untuk orang dewasa agar lebih betah
  4. Harga relatif cukup mahal, 2 juta per tenda. Lebih cocok untuk outbound company dibandingkan untuk keluarga kecil

Jika Anda dan keluarga ingin tempat yang berkonsep unik sambil beristirahat di daerah Taman sari Bogor, silakan kunjungi tempat ini. Jika lebih suka yang dingin, mungkin Anda bisa ke Michael Resort di Gunung Bunder. Cuma sayang di Michael Resort tempatnya cukup curam dan tidak ada wahana permainan anak. Namun sangat dekat dengan air terjun. Lebih keren lagi kalau 1 malam menginap di sini, dan 1 malam menginap di Michael Resort. :)

This slideshow requires JavaScript.

Tips Jalan-jalan ke Bangkok

Tips Jalan-jalan ke Bangkok

Pertama-tama, jika belum pernah membaca, coba baca tulisan saya tentang tips jalan-jalan ke luar negeri di sini.

1. Menurut saya paling cocok Bangkok dijadikan tempat buat belanja murah, karena lebih murah daripada Jakarta. Mal yang bisa jadi one stop shopping adalah MBK (Mah Boon Krong) Center yang berlokasi di 444 Phayathai Rd.,Pathumwan, Pathum Wan, Bangkok 10330. Bukanya jam 10 pagi. Kalau bisa datang pagi-pagi biar dapat diskon buat penglaris :) Alternatif lainya adalah Pathumwan dan Chatuchak. Di MBK ada resto halalnya juga loh, namanya Yana.

2. Jangan berharap dapat pantai di Bangkok. Kalau suka ke pantai ya mending ke Pattaya atau ke Phuket. Bangkok wisatanya paling banyak ya kuil / candi Buddha.

3. Kalau mau belanja, mungkin akan lebih baik kalau mencari hotel dekat MBK. Bisa dilihat di sini.

4. Selalu bawa kompas, dan akses internet agar tahu jurusan tiga angka kiblat kalau mau sholat

5. Makanan banyak sekali babinya. Pastikan memilih sea food (ikan-ikanan) kalau tidak ada sertifikat halal.

6. Tinggal dekat KBRI juga enak kalau mau sholat Jumat dan makan halal murah

7. Naik MRT untuk jarak jauh, gunakan tuk tuk untuk jarak dekat, dan taksi bermeter untuk jarak lainnya

Liputan dan gambar-gambar selama aku di Bangkok bisa dilihat di sini.

Perjalanan ke Bangkok – Hari #3 (lanjutan)

Perjalanan ke Bangkok – Hari #3 (lanjutan)
Perjalanan ke Bangkok – Hari #3 (lanjutan)

Lanjutan postingan yang sebelumnya.

Setelah turun di stasiun BTS (Bangkok Mass Transit System) Thaksin, kami turun dan menuju ke salah satu halte sungai di tepi sungai Chao Phraya. Sungai ini membelah Bangkok dan bermuara di Teluk Thailand. Besarnya sungai ini menjadikannya mudah menjadi salah satu sarana transportasi air dan sangat mendukung pariwisata. Selain para pekerja dan pedagang memanfaatkannya, para turis juga bisa mengambil gambar dan turun di salah satu haltenya yang dekat dengan tempat parawisata tertentu.

Menepi

Kondektur yang menagih tarif biasanya wanita, besarnya 20 bath sekali naik. Aku tidak tahu apakah itu rata-rata untuk semua tujuan atau memang jarak tertentu ada tarifnya sendiri. Kami turun di halte dekat Wat Pho, Candi Buddha Distrik Phra Nakhon. Di dalam tempat suci agama Buddha ini terdapat patung Buddha yang sedang dalam posisi yoga santai sambil berbaring. Patung Buddha ini konon merupakan yang terbesar di dunia, diikuti patung Buddha di Penang – Malaysia, Nepal, dan di Mojokerto. Ukuran patungnya sendiri adalah tingginya 15 meter dan panjangnya 43 meter.

Sleeping Buddha

Setelah puas berkeliling dan mengambil foto di area ini, kami melanjutkan perjalanan ke arah Chinatown atau pecinan. Di sana kami membeli duren bangkok dan makan sea food agar tidak pusing memikirkan halal tidaknya. Jalanan di pecinan sangat khas penuh dengan lampu dan tulisan mandarin yang mudah dikenali di pinggir jalannya. Banyak penjual makanan di sepanjang jalan, dari penjual chestnut, duren, hingga sate kebab dengan daging sapi maupun babi.

Malam-malam di Pecinan

 

Berikut adalah gambar-gambar dari Chao Phraya hingga pulang menggunakan tuk-tuk.

Di dalam tuk tuk

This slideshow requires JavaScript.

Perjalanan ke Bangkok – Hari #3

Perjalanan ke Bangkok – Hari #3

Pada hari ketiga, Jumat siang setelah mengunjungi beberapa stand pameran, aku bersama Pak Hans dan Pak Triarso sholat Jumat di KBRI yang lokasinya tidak jauh dari Central World di mana Hotel Grand Centara berada. Kami berjalan kaki di terik matahari sekitar 37 – 40 derajat celcius dan selalu mencoba masuk ke mal untuk ngadem walau cuma sebentar untuk keluar lagi di ujungnya.

Ketika masuk KBRI, kami diminta menyerahkan KTP. Hehehe.. terpakai juga itu KTP di luar negeri :) Kami masuk tanpa merasa dipersulit. Security di bagian luar rupanya menggunakan orang Thailand sementara di bagian dalam meski jaraknya cuma 1 meter, baru dipegang orang Indonesia. KBRI di bagian luarnya ditutupi tembok panjang yang dihiasi informasi tentang Indonesia, dari foto Papua orang berkoteka, hiasan relief dinding yang bisa ditemukan di Borobudur, dan beberapa foto khas Indonesia lainnya. Di bagian dalam bisa dijumpai sekolah dari TK – SD – SMP – SMA, lapangan bola, masjid, kantin, aula, dan tempat olah raga lainnya.

KBRI – Bagian dalam depan

Ketika kami sampai, cuma ada 1 orang, dan ternyata dia khatib dan sekaligus imam sholat Jumat. Kami bertiga beristirahat sambil ngadem di tengah udara panas itu.

Menunggu Jumatan di Mesjid KBRI

Ingat, Bangkok meski tidak memiliki perbedaan waktu dengan Jakarta, waktu sholatnya lebih lambat karena Jakarta lebih ke timur dibandingkan Bangkok. Sempat ragu apakah banyak yang akan sholat Jumat, ternyata Jumat itu cukup banyak juga yang ikutan. Rupanya sedang ada kunjungan guru-guru SMK dari Indonesia yang akan bertukar guru dan program dengan sekolah serupa di Bangkok. Senang juga bertemu dengan sesama bangsa di luar negeri. Tidak perlu capai menggunakan bahasa asing atau bahasa tarzan :)

Setelah selesai sholat Jumat, kami mencoba makan di kantin KBRI. Ada dua kantin, satu dekat pintu masuk, dan satunya ada di dalam. Yang dekat pintu masuk masakannya ala Thailand, sementara kantin di bagian dalam menyajikan masakan Indonesia. Saat itu menunya telur dadar, sayur asam dengan daging, dan kembung pesmol. Karena lapar menu sebanyak itu cepat singgah di perut kami. Oh ya rempeyek kacangnya enak juga :D

Makan siang di KBRI Bangkok

Setelah makan siang kami dipanggil boss-boss untuk bertemu di Central World. Rupanya mereka sedang makan siang di sana dan mengajak kami turut serta. Secara sudah makan siang, jadi kami hanya pesan kudapan ringan saja. Aku memilih mangga ketan santan yang terkenal itu. Dan memang mangganya sangat lembut, lumer di mulut. Di makan sambil menyendok ketan bersantan, rasanya luarrrrr biasaaaa..

Mangga Ketan yang super duper enak

Minumnya es kelapa muda. Sueger di kala panas terik matahari siang itu.

Setelah menyantap mangga edan itu, kami beranjak pergi dengan keinginan melihat sungai Chao Phraya yang terbesar di Thailand.

This slideshow requires JavaScript.

-Bersambung-

Perjalanan ke Bangkok – Hari #1

Perjalanan ke Bangkok – Hari #1

Berkaitan dengan penghargaan dari Asian Banker terkait dengan pekerjaanku, aku dan beberapa kolega lainnya dikirim ke Bangkok untuk menghadiri seremonial penyerahan penghargaannya dan juga mengikuti seminar terkait perbankan di Hotel Grand Centara. Setelah sholat subuh tadi pagi, taksi Blue Bird yang sudah kupesan sorenya, langsung membawaku ke Bandara Internasional Soekarno Hatta via belakang. Alhamdulillah jalanan masih lancar. Seperti biasa, aku ngobrol dengan supirnya yang menceritakan lika-liku hidupnya. Menurutku cukup menarik sehingga aku mungkin akan menuliskannya dalam bentuk cerpen di postingan terpisah.

Sampai di bandara, langsung mengambil jatah Starbuck 1 Rupiah, komplementer dari salah satu kartu kreditku. Karena masih lama setelah check ini bagasi di counter Garuda dan melewati imigrasi, aku dan teman-teman kantor ngadem sambil sarapan di lounge, gratis lagi dengan kartu kredit Panin Platinumku.

Perjalanan yang cukup panjang sekitar 2 jam 55 menit (hampir 3 jam) aku habiskan dengan berdoa (nomor satu ini mah), mendengarkan lagu Jason Mraz, menonton kembali I am Legendnya Mas Will Smith, dan membaca sekilas tentang Thailand. Sebelum keberangkatan juga memang aku pelajari dulu sekilas kebudayaan dan adat istiadat di sana. Dari yang aku baca, karena negaranya monarki (kekerajaan), maka simbol raja sangat dikultuskan. Bahasanya sangat kompleks. Mereka membedakan gender, terutama dari penuturnya. Jadi kalau pembicaranya lelaki, maka kalimat yang diucapkan berbeda jika yang mengucapkannya wanita. Bahasa Thailand juga bersifat tonal, artinya intonasi yang berbeda pada suatu kata yang sama akan menghasilkan arti yang berbeda pula. Coba tengok situs ini untuk mencoba melihat betapa sulitnya mempelajari bahasa Thailand.

Itu dari segi bahasa. Dari segi sopan santun, jangan sekali-kali duduk dengan kaki menunjuk ke orang lain karena akan dianggap sangat menghina. Jadi pastikan kalau duduk mengangkat kaki atau lesehan di lantai, kakinya jangan menunjuk ke seseorang karena dianggap tidak sopan. Bahkan patung MacD di sini tidak duduk mengangkat kaki seperti di tempat lain di dunia ini namun berdiri sambil menyatukan kedua tangan di dada.

Rata-rata biaya hidup di Bangkok lebih rendah daripada di Jakarta. 1 Bath hampir ekuivalen dengan 300 rupiah. Kalau mau dibandingkan Jakarta lebih mahal. Bisa dilihat dari menu di KFC, pulsa isi ulang (45-60 ribu bebas BB service seminggu), dan taksi. Singapur masih berasa mahal dibandingkan Jakarta dan Bangkok.

Lalu lintasnya mirip Jakarta. Seat belt belum jadi kesadaran. Macetnya sih parahan Jakarta secara infrastruktur dan transportasi Jakarta masih ketinggalan dibandingkan Bangkok. Semoga juragan DKI berikutnya bisa nyusul kemajuan negara tetangga.

Berikut foto-foto yang diambil dengan 15-8+ 550D dan Torch 2 cam dig.

This slideshow requires JavaScript.

Tips Jalan-jalan (Murah) ke Luar Negeri

Tips Jalan-jalan (Murah) ke Luar Negeri
Tips Jalan-jalan (Murah) ke Luar Negeri

Beberapa waktu lalu kami sekeluarga, me, wife, son, and daughter, jalan-jalan berlibur ke luar negeri. Sebagai karyawan swasta rendahan yang duitnya gak banyak, istri juga pns yang pergi pagi pulang petang pendapatan pas-pasan, kami sadar tidak punya banyak pilihan untuk berlibur ke luar negeri. Kebetulan aku sendiri sudah pernah ke Amerika untuk sebuah project selama 4 bulan 12 tahun yang lalu. Singapore 3 kali, dan Malaysia 1 kali. Dari ketiganya yang paling aku suka adalah Singapur. Negerinya memang kecil, tetapi sangat teratur, bersih, dan aman. Nyamuk, lalat, dan kriminal susah sekali mencarinya.

Nah kebahagiaanku berpetualang di luar negeri ingin aku tularkan kepada istri dan anak-anakku. Tujuannya agar mereka mendapat eksposur dan wawasan negeri tetangga, termasuk budaya, teknologi, dan kehidupan sosialnya. Alhamdulillah dari bonus pekerjaan tahun ini aku mencadangkan sebagian untuk hal ini. Kebetulan dari kantor ada kewajiban mengambil cuti blok, yaitu 6 hari kerja berturut-turut. Kewajiban ini aku sinkronkan dengan rencana jalan-jalan tadi. Mulailah diskusi dengan istri tujuan wisata yang sesuai dengan kantong.

OK, untuk jalan-jalan ada tips jalan-jalan terjangkau di bawah ini: (bagiyang duitnya gak ada nomor serinya, boleh dilewati):

  1. Tentukan daerah tujuan wisata yang sesuai anggaran (googling atau nanya teman yang pernah ke sana, jenis wisata yang tersedia, tarif makanan, hotel, tiket pesawat, dsb. Kalau anggaran kurang jangan memaksakan diri. Alternatifnya menabung sampai cukup atau cari alternatif tujuan wisatanya)
  2. Tentukan tujuan jalan-jalan (mau wisata, jalan-jalan, belanja atau apa? Ini menentukan mau nginep di mana. Kalau mau belanja ya cari penginepan yang dekat dengan tempat belanja, atau pusat transportasi, agar tidak sulit untuk pergi bolak-balik. Secara umum, kalau ingin menekan biaya taksi, cari penginapan yang dekat dengan sarana transportasi umum. Di Singapore banyak hotel yang di bawah tanahnya ada MRT dan di lantai atasnya ada mal dan food court. Kalau hujan gak pusing kehujanan. Tentu saja harga hotelnya mungkin agak mahal.)
  3. Tentukan mau laundry atau ganti baju setiap hari (ini sangat menentukan jumlah baju yang dibawa, berat bagasi di pesawat nantinya). Penerbangan murah macam Air Asia untuk bagasi bayar lho.. berat 20 kg dan 25 kg beda. Kalau bisa apa yang mau dibawa ditimbang dulu agar bisa beli bagasi secara online, yang jatuhnya lebih murah.
  4. Untuk menekan anggaran makan, bisa beli makanan kering seperti dendeng kering, paru kering (Resto Padang tertentu menjualnya – misal di BSD dekat pintu tol JORR), popmi, belut goreng, tempe kripik, dsb. Ini akan membantu kalau nggak cocok dengan makanan setempat. Kalau mau menginap di rumah saudara atau teman, jangan lupa bawa oleh-oleh khas Indo untuk sedikit memuaskan rasa kerinduan makanan tanah air.
  5. Tentukan anggaran hotelnya. Kalau bawa anak, pastikan tahu benar ukuran kasurnya. Kalau mau pesan biaya murah dari situs hotel murah macam Agoda.com, double check dengan email ke hotelnya untuk menanyakan ukuran kasur. Foto di Agoda kasur-kasurnya tampak lebih lebar dari kenyataannya. Tips: aku sendiri membawa cadangan kasur angin dengan pompa elektrik dilengkapi 2 bantal anginnya. Jadi berempat gak bakalan kekurangan tempat tidur. Daripada keluar uang lagi untuk extra bed, solusi kasur angin bisa jadi alternatif untuk perjalanan murah. Kalau pergi backpaking, cuma ranselan doang, bisa cari hotel khusus backpacker yang murah banget. Tidurnya rame-rame dalam bangsal dengan kasur tingkat. Yah ada harga ada barang. Kalau mau nyaman kasur super luas ya budgetnya mesti gede. Kalau sedeng ya cari kasur standard plus kasur angin. Kalau backpackingan bisa modal sleeping bag atau hotel khusus backpacker. Apartemen murah meriah bisa dicari di belakang Lucky Plaza dengan MRT dengan Sommerset. Biasanya yang punya orang Indo juga. Intinya, you and your money decide it.
  6. Oleh-oleh. Jalan-jalan biasanya menuntut kita untuk beli oleh-oleh. Maklum di Asia emang gitu. Karena kita super sosial, maka temen kantor, keluarga, dan tetangga gak afdhol kalau gak kebagian oleh-oleh. Nah tentukan itu oleh-oleh mau dibawa tangan atau masuk koper. Kalau koper udah penuh mungkin perlu extra koper. Kebetulan karena istri beberapa waktu lalu ke Batam, aku minta dia beli oleh-oleh khas Singapore di Batam. Kaos Singapore dijual di Batam dengan harga bisa 1/2 sampai 1/3 lebih murah. Gantungan kunci, kacang campur, dsb bisa beli di Batam, bahkan bisa dipaketkan! Nah ini bisa jadi solusi alternatif. Barangnya sama persis dengan yang ada di Mustafa Singapore dengan harga jauh lebih murah! (Jangan bilang-bilang teman kantorku ya! Xixixi)
  7. Buat itinerary detil dari tiba di bandara sampai balik lagi ke Jakarta. Aku sendiri tulis jam berapa sampai di Singapur, naik apa dari bandara ke hotel. Butuh berapa dollar. Makan malam di mana, anggaran berempat berapa. Semua dihitung. Termasuk beli minuman botol mineral macam Aqua di Giant / Carrefour di sana, beli buah biar pencernaan dan daya tahan tubuh prima, dan cemilan buat di hotel. Makanan / minuman di minibar hotel jauuuuh lebih mahal. Jadi gak ada salahnya belanja minuman di luar lalu dinikmati di kamar. Untuk tujuan wisata, misal ke Singapur bisa ke www.yoursingapore.com, semua tempat wisata sampai transportasinya lengkap sekali. Kalau ke Malaysia bisa ke http://www.tourism.gov.my/. Tiket masuk ke tempat wisata juga ada dan harus tahu agar bisa dianggarkan kalau gak mau ada surprise effect. Lebih baik lagi kalau punya PLAN B. Misal mau ke Sentosa yang rata-rata outdoor. Kalau hujan, alternatif terdekatnya mau ke mana. Gunakan Google Maps di Blackberry atau gadget untuk tahu lokasi. Gunakan juga situs macam http://gothere.sg/maps untuk tahu persis dari hotel kita ke tempat tujuan tertentu naik bis, MRT, atau taksi dengan perkiraan biaya transportasinya. Untuk di Singapore, kita bisa beli tiket EZLINK yang bisa digunakan untuk membayar kereta, bus, dan monorail ke Sentosa. Ada yang tiket untuk turis yang bisa direfund per hari atau tiket yang lebih permanen yang bisa dipakai sampai 5 tahun. Tiketnya 5 Sing Dollar bisa diisi ulang 10 Sing Dollar. Nah ini tergantung berapa lama di Singapor, dan ada rencana balik lagi apa nggak.  Kalau agak lama dan pengen balik lagi ya sebaiknya ambil yang permanen. Kalau sangat singkat ambil paket turis.
  8. Untuk antarnegara, misal dari Singapur mau ke Malaysia juga. Tentukan mau tinggal di mana. Apakah di Malaysia atau di Singapur lalu baru travel. Kalau memang mau lebih lama di Singapur ya tinggal di Singapur, lalu ke Malaysia. Tetapi kalau tidak, lakukan sebaliknya. Biaya hidup dan hotel di Malaysia lebih murah dibandingkan di Singapur. Bisa 2 atau 3 kali lebih mahal di Singapur. Jadi kalau mau menekan biaya, travel ke Malaysia, stay di sana lebih lama, baru terbang atau naik bus ke Singapur. Ini bisa jadi pertimbangan. Sebagai perbandingan, aku menginap di Hotel Sentral Kualalumpur yang semalamnya 500 rebu lewat Agoda, sementara di Singapur 1,3 juta per malam lewat Agoda dengan fasilitas yang hampir sama.
  9. Kartu kredit akan sangat membantu. Pembelian tiket pesawat di Air Asia dan hotel di Agoda membutuhkan kartu kredit. Setibanya di tempat tujuan, penggunaan kartu kredit secara tepat justru bisa menghemat. Misal ada bank yang memberikan diskon belanja di tempat tertentu atau kursnya menggunakan kurs tengah yang mungkin bisa lebih kompetitif. Pastikan gunakan dengan bijak. Misalnya walau aku menggunakan kartu kredit, namun uang cash disisihkan senilai itu dari anggaran untuk membayarnya sepulang dari wisata. Jangan sampai pulang-pulang anggaran melebihi rencana awalnya. Kartu kredit juga bisa dimanfaatkan untuk ngadem di lounge bandara. Aku mendapat Starbucks senilai 1 rupiah hanya dengan menunjukkan boarding pass atau tiket pesawat waktu di Soekarno Hatta. Telepon call center mereka apakah ada penawaran khusus kartu kredit yang kita punyai di negara tujuan. Akan menghemat sekali kalau kita bijak dan cerdas menggunakan kartu kredit. Jangan sampai kebobolan tapi manfaatkan privillegesnya!
  10. Bawa stroller kalau bawa balita. Berguna buat kalau dia tidur dan membawa berbagai perabotan lenong, dari minum, makanan, dsb.
  11. Bawa kompas karena beberapa hotel tidak memberikan petunjuk kiblat untuk sholat. Kompas juga berguna kalau kita melihat peta dan butuh tahu mana arah mata angin.
  12. Jangan bawa cairan atau gel lebih dari 100 gr ke kabin pesawat karena beresiko disita. Semua benda tajam seperti pisau cukur, swiss army dan sebagainya kalau mau dibawa masukkan ke bagasi. Jangan dibawa di tas ransel. Kecuali mau beramal ke petugas bandara :)
  13. Kalau hobi fotografer, jangan lupa bawa tripod. Nyesel minta ampun kalau ada objek di malam hari yang bagus jadi goyang karena butuh shutter panjang.
  14. Hati-hati dengan taksi di Malaysia yang tidak berargo. Tanya saja dulu, dia pake argo atau tidak. Kalau perlu cari yang benar-benar ada petunjuk taksi ini berargo. Jika tidak maka selamat digebuk dengan ringgit yang gila. Taksi di Singapur relatif jauh lebih baik. Panggil saja uncle ke supir taksi Singapur agar lebih akrab, sesuai tips di bandara Changi. Untuk Singapur supir taksi dikontrol pemerintah dalam arti pendatang dilarang jadi supir. Harus pribumi. Mungkin untuk menjaga image dan mencegah supir taksi memberikan kesan negatif. Untuk naik taksi, kalau bisa hindari jam-jam sibuk, misal jam berangkat kerja atau jam pulang kerja atau jam di atas jam 12 malam. Tarifnya premium. Di atas jam 9:30 dan sebelum 5 an relatif OK. Setelah jam kantor sampai tengah malam juga OK. Sisanya mahal deh.
  15. Kalau dari Kualalumpur menuju LCCT (Low Cost Carrier Terminal) di Sepang sebaiknya kalau buru-buru naik kereta ekspress ke Salak Tinggi, baru sambung shuttle ke Sepang. Naik sky bus dari KL Sentral memang lebih murah, tapi jauh lebih lama.
  16. Tidak ada nasi di KFC/MacD baik di Singapore maupun di Malaysia. Pilih nasi lemak kalau bingung cari makanan. Food court Banquet di berbagai mal Singapur semuanya halal. Kalau susah cari makanan, selalu pilih ikan ketimbang lainnya.
  17. Karena susah cari mesjid, jamak dzuhur dengan ashar, dan maghrib dengan isya. Sebagai musafir kita dapat ruhsoh untuk melakukannya. Yang penting selama belum dapat predikat mukim.
  18. Bawa selalu payung kecil. Kalau hujan gak terlalu heboh. Singapore itu diam-diam sering hujan :)
  19. Kalau takut kena roaming dan kartumu pasca bayar yang takut jeblok, beli saja kartu perdana lokal. Misal di Singapore dengan 15 SGD dapat paket 3 hari dengan layanan blackberry 50 Mb data dari SingTel. Di Malaysia cuma 30 ringgit, layanan blackberry gak sampai 1 ringgit per hari. Cukup restart per hari, otomatis dipotong pulsanya. Aku pakai Tune Talk. Dengan cara ini bisa tetap update status, cek email kantor, YM ke Mbak di rumah nanyain kabar dan kondisi rumah, dsb. Pengalaman billing ngaco dari Telkomsel selama 2 kali ke Singapur, akhirnya aku matikan kartuku selama travelling dan membeli perdana lokal. Lebih murah dan aman.
  20. Untuk beli oleh-oleh di Singapur yang paling lengkap di Mustafa (dekat Farrer Park) yang 24 jam, sedangkan di Kualalumpur Malaysia bisa di Central Market Pasar Seni, Mesjid Jamek, dan sekitarnya.
  21. iPod touch, iPad, dan berbagai gadget kesukaan Anda akan membantu membunuh waktu dengan mendengarkan musik, main game, browsing internet di mana saja Anda membutuhkannya.
  22. Ke luar negeri harus punya paspor. Kalau mau bikin, baca tips-tipsnya di sini. Kalau sudah punya cek kapan expired. Jangan sampai mau berangkat ternyata paspornya udah kadaluarsa. Bisa berabe.
  23. Awas, colokan listrik di Malaysia dan Singapur lubangnya 3. Pastikan bawa power extension dan power adapter 3 ke 2. Ini penting untuk charging laptop, iPad, dan blackberry!
  24. Tips terakhir adalah yang terpenting. Niat dan kemauan. Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita benar-benar menginginkannya (man jadda wajada). Perintah untuk saling mengenal ada dalam Al Quran. “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Kami menciptakanmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikanmu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Qs. al-Hujrat [49]:13). Nah bagaimana mau kenal kalau tidak saling mengunjungi? Supaya kita tidak bagai katak dalam tempurung, bangun pagi, ngantor / sekolah, pulang, tidur, dan begitu seterusnya. Kita juga butuh refreshing dan punya kesempatan bersilaturahmi dengan bangsa lain agar saling mengenal. Share perjalananmu di sini ya!

This slideshow requires JavaScript.

Camping @ Guci – Tegal – Jawa Tengah (iii)

Camping @ Guci – Tegal – Jawa Tengah (iii)
Camping @ Guci – Tegal – Jawa Tengah (iii)

Postingan ini adalah bagian ketiga dari perjalanan ke Guci Tegal Jawa Tengah. Tulisan tentang keberangkatan ada di sini sedangkan di pantai ada di sini.

Sesaat sebelum sampai ke Guci, kami mengambil gambar di tengah sawah ladang dan latar belakang Gunung Slamet nan indah.

This slideshow requires JavaScript.

Sesampai di Guci kami mengambil gambar dengan latar belakang tulisan Taman Wisata Air Panas Guci Ala Hollywood. Ini sebagai salah satu bukti sudah sampai di Guci hehehe. Setelah memarkir mobil kami mengambil gambar di air terjun Pancuran 13. Uniknya, tidak seperti air terjun di tempat lain, curahan air ini bersatu dengan air panas sehingga air sungainya hangat. Konon bisa mengobati penyakit kulit karena mengandung sulfur.

Setelah puas mengambil gambar dengan slow speed dan tripod, kami bergegas mencari spot untuk mendirikan tenda. Tenda yang didirikan lebih kurang 15 menit ini dapat menampung 4 orang dewasa di dalamnya, dan 1 orang di bagian serambi sehingga total bisa menampung 5 orang. Dekat kami mendirikan tenda ada villa yang disewakan per malam 500.000 rupiah, dua kamar dan dilengkapi dengan water heater. Bagi yang ingin menginap tanpa tenda dan ingin bermalam dengan nyaman bisa menginap di sini.

Malamnya kami memesan satu pikul kayu bakar seharga 40 ribu rupiah dan bensi 1 liter 5000 rupiah. Kayu kami gunakan untuk menyalakan api unggun dan memasak air. Luar biasa.. sangat kembali ke alam dan jauh berbeda dengan rutinitas kami sehari-hari di Jakarta yang serba instan. Yang biasanya tinggal menekan tombol dispenser air panas mengucur, kini kami harus berjuang beberapa lama untuk mendapatkan air panas.

Tips untuk berkemah:

  1. Pastikan tenda dapat menahan air hujan yang deras (tanyakan pada penjual tenda, berapa mm air hujan yang bisa ditahan oleh tenda. Tenda yang kubeli kudapatkan di Ace Hardware Livingworld, dan jaket dibeli di Pasaraya Blok M. Bila ingin membeli bisa melihat di sana untuk perbandingan harga dengan tempat lainnya)
  2. Pastikan membawa jaket tebal dan atau sleeping bag yang dapat menahan dingin sesuai ketinggian lokasi. Guci terletak sekitar 1500 m di atas permukaan laut, sehingga pada malam hari suhunya bisa dingin sekali. Sarung tangan, penutup kepala yang bisa melindungi telinga, dan kaos kaki tebal bisa membantu menahan dingin.
  3. Kompor gas portable atau kompor dengan parafin bisa digunakan untuk memasak air. Jangan lupa membawa pancinya

Malam itu kami melihat bintang gemintang sangat indah dan bertaburan di angkasa. Masya Allah, indah sekali. Saya, Pras, dan Adnan sholat Isya dengan nikmat dan insya Allah khusyuk. Tidak ada yang dikejar, semua dilakukan serba santai dan menyenangkan. Benar-benar liburan yang luar biasa.

Pulang dari Guci kami mampir makan Kupat Glabed Randugunting di depan Mesjid Agung Tegal. Luar biasa maknyus!

Tips kuliner / oleh-oleh Tegal:

  1. Sate kambing Tirus dan Lebaksiu
  2. Sate ayam Farad Sidjan (depan Stasiun Tegal)
  3. Kupat glabed Randugunting (depan Masjid Agung Tegal atau depan Stasiun Tegal)
  4. Kupat blengong (dekat Tegalsari)
  5. Sauto (soto dengan tauco) di daerah Talang (rekomendasi : Warung Amir) atau Senggol (dekat alun-alun).
  6. Sop Ayam Miraos (Jl. Jendral Sudirman)
  7. Es Sagwan
  8. Yong Tahu Samudra (dekat Toko Ijo, jalan Veteran)
  9. Latopia (Paweden, Jl. Veteran)
  10. Nasi Lengko (Jl. Setiabudi)

Dari Jakarta, Tegal ditempuh sekitar 330 km, bisa menggunakan mobil pribadi, bus umum, atau kereta api. Kereta api ada yang ekonomi, bisnis, dan eksekutif. Rekomendasi: Cirebon Express AC yang sampai ke Tegal. Kalau naik bis bisa mengambil jurusan Jakarta-Purwokerto atau Jakarta – Tegal lalu menyambung arah Purwokerto. Dari Slawi ada angkot sampai ke Guci.

Selamat berwisata!

Camping @ Guci – Tegal – Jawa Tengah (ii)

Camping @ Guci – Tegal – Jawa Tengah (ii)
Camping @ Guci – Tegal – Jawa Tengah (ii)

Tulisan sebelumnya bisa dibaca di sini.

Nah setelah menyantap lengko di Setiabudi, kami bergerak ke Pantai Alam Indah Tegal yang jaraknya hanya sekitar 7 menit dari lokasi warung. Kangen juga lama tidak ke sana :) Sudah banyak sekali yang berubah sejak aku terakhir ke sana. Sekarang sudah ada water park dan banyak monumen-monumen di sana.

This slideshow requires JavaScript.

Hari itu siswa SD. Mintaragen 9 rupanya berolahraga di pantai. Ada yang bermain bola, bermain pasir, sarapan, dan seterusnya. Menarik sekali bagi anak-anak, berolahraga di pantai. Udaranya bersih, cuaca cerah, hati senang dan badan sehat. Benar-benar mens sana in corpore sano.

Tampak juga beberapa orang menyambung hidup sebagai penyapu pantai, penjual gorengan, tukang parkir, penunggu wc, dan seterusnya. Pantai selain sebagai sarana hiburan juga menjadi peluang untuk mencari nafkah buat masyarakat di sekitarnya.

Setelah puas foto-foto di pantai, kami menuju rumah orang tuaku di Banjaranyar untuk beristirahat setelah perjalanan malam sebelum menuju Guci.

- Bersambung -

127 Hours (2010)

127 Hours (2010)
127 Hours (2010)

127 Hours merupakan sebuah kisah nyata pendaki gunung bernama Aron Ralston. Tangannya terjepit sebuah batu yang tidak stabil sehingga harus terjepit dalam keadaan berdiri di sebuah celah sempit di daerah Utah. Apakah ia berhasil selamat atau menjadi kerangka yang menopang kerasnya bebatuan?

James Franco memerankan Aron Ralston dengan sangat baik. Penonton diajak merasakan optimisme Aron, kesakitan, dan akhirnya depresi dan halusinasi seiring ia mulai kehilangan cairan tubuh. Sebuah petualangan luar biasa dalam hidup yang memberikan inspirasi bagi kita semua.

This slideshow requires JavaScript.

Skor 8/10.