Arsip Tag: action

Modus Anomali (2012)

Modus Anomali (2012)
Modus Anomali (2012)

Film terbaru Joko Anwar ini membuatku penasaran. Setelah puas dengan besutannya di Pintu Terlarang, tentu saja aku tergerak untuk mencicipi karyanya yang paling gres. Iklannya ada di mana-mana, bahkan posternya dipasang di KRL Commuter Line yang aku naiki setiap hari.

Filmnya bercerita mengenai seorang lelaki yang bangun dari timbunan tanah di tengah hutan. Ia lupa akan jati dirinya dan berusaha mencari tahu siapa dia dan mengapa ia ada di sana. Satu demi satu petunjuk ia ikuti hingga akhirnya ia mengetahui siapa dirinya.

Filmnya tergolong suspense thriller, dengan pengambilan gambar yang shaky agar penonton diajak merasakan kepeningan si tokoh yang kebingungan di tengah hutan. Film yang idenya cukup cerdas ini bukannya tanpa anomali. Sebenarnya akan lebih baik kalau tidak ada telepon sama sekali dalam cerita ini. Adanya telepon justru menjadi plot hole yang bisa merusak cerita. Hal lain adalah penggunaan bahasa Inggris yang kurang luwes diucapkan para pemainnya. Dengan tampang Asia, semua pemainnya jadi terlihat kagok menggunakan Bahasa Inggris. Mungkin Joko mempersiapkan film ini di kancah dunia internasional agar tanpa perlu dibuat subtitlenya. Hasilnya justru kurang believable buat penonton Indonesia.

Idenya sekali lagi menarik, menyimpan twist di belakang, namun story tellingnya bisa dibuat lebih baik. Beberapa adegan di dalam gudang dan cara bercanda Marsha Timothy dan Surya Saputra kurang meyakinkan. Syuting yang cuma dua minggu seperti dikejar setoran. Pintu Terlarang jauh lebih meyakinkan dan membuat penasaran.

Buat saya 6/10, berasa sangat pendek, lumayan untuk tontonan alternatif.

Poster Modus Anomali

The Raid: Redemption (2011) aka Serbuan Maut

The Raid: Redemption (2011) aka Serbuan Maut
The Raid: Redemption (2011) aka Serbuan Maut

Setelah menggebrak dunia perfilman Indonesia dengan film Merantau, Gareth Evans kembali menyutradarai film laga yang brutal dan menghibur para penggemar film bergenre ini. Ceritanya berkisah mengenai sekelompok pasukan elit berjumlah 20 orang yang mencoba menangkap mafia sadis bernama Tama (Ray Sahetapy) di sebuah rumah susun kumuh berlantai 30. Tama dilindungi oleh banyak kriminal di sekitarnya yang rela mati melindunginya dari sergapan aparat. Tanpa diduga, aktor gaek Ray Sahetapy berhasil meyakinkan penonton dengan aktingnya sebagai boss mafia kejam. Pandangan mata dan cara berbicaranya yang sinis benar-benar menghibur penonton.

Kurangnya pengalaman pasukan yang dikirim dan tanpa adanya back up, membuat mereka kocar-kacir digempur para penjahat. Iko Uwais memerankan Rama, salah seorang anggota pasukan elit yang digambarkan taat beribadah, memiliki ketrampilan bela diri, dan hampir menjadi seorang ayah. Keikutsertaan Rama rupanya tidak hanya mengikuti perintah atasan, namun ada agenda lainnya. Berhasilkah pasukan elite ini menyeret sang mafia ke penjara? Ataukah mereka habis seperti pasukan-pasukan lain yang sebelumnya mencoba menyerang para kriminal itu?

Film yang berdurasi 101 menit ini sarat dengan darah dan adegan kekerasan dengan efek spesial yang halus dan realistis. Adegan perkelahiannya spektakuler dan mengundang decak kagum, apalagi semuanya diperankan oleh aktor Indonesia. Jangan bawa anak di bawah umur untuk menonton film ini karena terlalu keras. Salah satu tokoh antagonis yang memiliki ketrampilan laga yang hebat adalah Yayan Ruhian yang memerankan Mad Dog, tangan kanan Tama.

Dibiayai 1.1 juta dolar (hampir 10 miliar rupiah), film ini telah memenangkan berbagai penghargaan di antaranya adalah Audience Award, Dublin Film Critics Award, dan People’s Choice Award dalam dua festival berbeda, Dublin International Film Festival dan Toronto International Film Festival. Holywood juga turut membuat ulang film ini.

Jika Anda pecinta film laga dan tidak bermasalah dengan adegan brutal, film ini wajib ditonton. 8/10.

This slideshow requires JavaScript.

The Town (2010)

The Town (2010)
The Town (2010)

The Town adalah film bertemakan tentang kehidupan perampok di  Charlestown (Boston), di mana tokoh sentra utamanya diperankan oleh Ben Affleck (Doug Mc Ray), yang juga bertindak sebagai sutradara. Dalam salah satu perampokan komplotan Doug mendapati salah satu sandra yang ia lepaskan hidup tidak jauh dari mereka tinggal. Untuk memastikan ia tak mengenali para perampoknya, Doug mencoba mendekati Claire Keesey yang diperankan Rebecca Hall. Tak disangka akhirnya mereka saling jatuh cinta. Ketika pada akhirnya FBI mulai merangsek mengendus kejahatan mereka, Doug ingin taubat, namun tidak mendapat restu dari komplotannya. Doug kini terpecah antara kabur, merampok, atau membiarkan kekasihnya terancam.

Tempo film ini cukup cepat, karakter Doug dan saudaranya Jem (Jeremy Renner) digali cukup dalam, dan aksi laganya cukup impresif. Bisa dikatakan bahwa film ini benar-benar salah satu masterpiece dari Ben Affleck yang terpuruk oleh salah satu filmnya yang hancur berantakan, Gigli.

Skor : 8/10.

This slideshow requires JavaScript.

Unstoppable (2010)

Unstoppable (2010)
Unstoppable (2010)

Film yang diinspirasikan dari kisah nyata ini benar-benar menegangkan dari awal hingga akhir. (Kisah aslinya, pada tanggal 15 Mei 2001, sebuah loko CSX dengan 47 gerbong meninggalkan Toledo, Ohio,  tanpa masinis hingga kecepatannya menjadi 66 mpj, namun dalam cerita ini setting dan jumlah korban jiwa berbeda dengan kisah aslinya). Denzel Washington dan Chris Pine memerankan masinis yang kebetulan menggunakan jalur yang sama dari arah berlawanan. Loko dalam film ini berjalan akibat keteledoran sang masinis yang meninggalkan kabinnya untuk menarik tuas rem secara manual. Ternyata loko berjalan dengan cepat meninggalkan sang masinis yang tak lagi sanggup mengejarnya.

Permasalahannya adalah kereta itu membawa bahan kimia berbahaya yang dapat menimbulkan efek bencana yang sangat besar. Berhasilkah Denzel Washington dan Chris Pine menghentikan kereta gila itu atau justru menjadi korban tragis dari bencana kereta api di Amerika Serikat?

Skala 10, aku kasih 9 untuk adegan yang menegangkan sepanjang film! Memuaskan untuk ditonton!