Cinta Harus Mati

Cinta Harus Mati

Reblogged from The Laughing Phoenix:

Yup, cinta harus mati. Itu adalah sebuah keniscayaan.

Kalau cinta adalah rasa menggebu-gebu, keringat dingin, deg-degan, susah tidur, tai kucing rasa coklat, romantic dinner dengan lilin, berpandang2an semalaman sampai jereng, dan buket bunga mawar, maka cinta harus mati. Dan akan mati.

Tahap “infatuation”, “passionate love”, saat-saat awal manusia jatuh cinta dan tergila-gila, secara neuroscience tidak ada bedanya dengan kondisi “high on drugs”.

Read more… 203 more words

Salah satu tulisan menarik tentang cinta, dan menjelaskan banyak hal liku-liku cinta yang pernah hadir dalam hidupku... Dan menjelaskan pula mengapa aku merasa tenang, bahagia, hanya tidur memeluk istri tercinta....

Perjalanan ke Bangkok – Hari #3

Perjalanan ke Bangkok – Hari #3

Pada hari ketiga, Jumat siang setelah mengunjungi beberapa stand pameran, aku bersama Pak Hans dan Pak Triarso sholat Jumat di KBRI yang lokasinya tidak jauh dari Central World di mana Hotel Grand Centara berada. Kami berjalan kaki di terik matahari sekitar 37 – 40 derajat celcius dan selalu mencoba masuk ke mal untuk ngadem walau cuma sebentar untuk keluar lagi di ujungnya.

Ketika masuk KBRI, kami diminta menyerahkan KTP. Hehehe.. terpakai juga itu KTP di luar negeri :) Kami masuk tanpa merasa dipersulit. Security di bagian luar rupanya menggunakan orang Thailand sementara di bagian dalam meski jaraknya cuma 1 meter, baru dipegang orang Indonesia. KBRI di bagian luarnya ditutupi tembok panjang yang dihiasi informasi tentang Indonesia, dari foto Papua orang berkoteka, hiasan relief dinding yang bisa ditemukan di Borobudur, dan beberapa foto khas Indonesia lainnya. Di bagian dalam bisa dijumpai sekolah dari TK – SD – SMP – SMA, lapangan bola, masjid, kantin, aula, dan tempat olah raga lainnya.

KBRI – Bagian dalam depan

Ketika kami sampai, cuma ada 1 orang, dan ternyata dia khatib dan sekaligus imam sholat Jumat. Kami bertiga beristirahat sambil ngadem di tengah udara panas itu.

Menunggu Jumatan di Mesjid KBRI

Ingat, Bangkok meski tidak memiliki perbedaan waktu dengan Jakarta, waktu sholatnya lebih lambat karena Jakarta lebih ke timur dibandingkan Bangkok. Sempat ragu apakah banyak yang akan sholat Jumat, ternyata Jumat itu cukup banyak juga yang ikutan. Rupanya sedang ada kunjungan guru-guru SMK dari Indonesia yang akan bertukar guru dan program dengan sekolah serupa di Bangkok. Senang juga bertemu dengan sesama bangsa di luar negeri. Tidak perlu capai menggunakan bahasa asing atau bahasa tarzan :)

Setelah selesai sholat Jumat, kami mencoba makan di kantin KBRI. Ada dua kantin, satu dekat pintu masuk, dan satunya ada di dalam. Yang dekat pintu masuk masakannya ala Thailand, sementara kantin di bagian dalam menyajikan masakan Indonesia. Saat itu menunya telur dadar, sayur asam dengan daging, dan kembung pesmol. Karena lapar menu sebanyak itu cepat singgah di perut kami. Oh ya rempeyek kacangnya enak juga :D

Makan siang di KBRI Bangkok

Setelah makan siang kami dipanggil boss-boss untuk bertemu di Central World. Rupanya mereka sedang makan siang di sana dan mengajak kami turut serta. Secara sudah makan siang, jadi kami hanya pesan kudapan ringan saja. Aku memilih mangga ketan santan yang terkenal itu. Dan memang mangganya sangat lembut, lumer di mulut. Di makan sambil menyendok ketan bersantan, rasanya luarrrrr biasaaaa..

Mangga Ketan yang super duper enak

Minumnya es kelapa muda. Sueger di kala panas terik matahari siang itu.

Setelah menyantap mangga edan itu, kami beranjak pergi dengan keinginan melihat sungai Chao Phraya yang terbesar di Thailand.

This slideshow requires JavaScript.

-Bersambung-

Perjalanan ke Bangkok – Hari #2

Perjalanan ke Bangkok – Hari #2
Perjalanan ke Bangkok – Hari #2

Hari kedua di Bangkok dimulai dari pembukaan acara Asian Banker dan diikuti seminar di beberapa ruangan yang dilakukan secara simultan. Sorenya baru dimulailah acara makan malam dan penyerahan award yang ditunggu-tunggu. Setelah sebelumnya Panin mendapatkan Best Improved Retail Bank, malam itu untuk penghargaan award yang pertama Panin dan Fiserv mendapatkan award Best Core Banking Implementation for Small Banks. Sesuatu banged, karena dulu banyak yang menyangsikan apakah project ini bisa sukses. Tapi aku selalu mengucapkan Hasbunallah wa ni’mal wakiil ni’mal maula wa ni’mannashiir.. (Cukup Allahlah sebagai pelindungku, dan Allah sebaik-baik pelindung).

Kalau dibandingkan semua project yang pernah aku kerjakan, project ini paling menantang. Ada penggantian mesin AS 400, upgrade dan penggantian ribuan PC dan server di cabang, training ke ribuan pengguna, retrofit ribuan program, SIT dan UAT berkali-kali, latihan live, hingga roll out aplikasi front end ke 400 cabang. Jika gagal, karena butuh 5 hari konversi, bisa tertunda tahun depannya, karena 5 hari libur hanya ada pada libur lebaran. Walhasil setelah sholat ied 2010, sorenya nginep di kantor, dan 3 hari tidak pulang. Dengan award ini, seluruh lelah itu terbayar sudah. Alhamdulillah. Berkat kerja sama tim yang solid dan kerja keras yang bersandarkan pada doa pada Yang Maha Esa, akhirnya cita-cita itu tercapai dengan manis.

Berikut adalah foto-foto pada malam penghargaan Asian Banker Awards.

This slideshow requires JavaScript.

Perjalanan ke Bangkok – Hari #1

Perjalanan ke Bangkok – Hari #1

Berkaitan dengan penghargaan dari Asian Banker terkait dengan pekerjaanku, aku dan beberapa kolega lainnya dikirim ke Bangkok untuk menghadiri seremonial penyerahan penghargaannya dan juga mengikuti seminar terkait perbankan di Hotel Grand Centara. Setelah sholat subuh tadi pagi, taksi Blue Bird yang sudah kupesan sorenya, langsung membawaku ke Bandara Internasional Soekarno Hatta via belakang. Alhamdulillah jalanan masih lancar. Seperti biasa, aku ngobrol dengan supirnya yang menceritakan lika-liku hidupnya. Menurutku cukup menarik sehingga aku mungkin akan menuliskannya dalam bentuk cerpen di postingan terpisah.

Sampai di bandara, langsung mengambil jatah Starbuck 1 Rupiah, komplementer dari salah satu kartu kreditku. Karena masih lama setelah check ini bagasi di counter Garuda dan melewati imigrasi, aku dan teman-teman kantor ngadem sambil sarapan di lounge, gratis lagi dengan kartu kredit Panin Platinumku.

Perjalanan yang cukup panjang sekitar 2 jam 55 menit (hampir 3 jam) aku habiskan dengan berdoa (nomor satu ini mah), mendengarkan lagu Jason Mraz, menonton kembali I am Legendnya Mas Will Smith, dan membaca sekilas tentang Thailand. Sebelum keberangkatan juga memang aku pelajari dulu sekilas kebudayaan dan adat istiadat di sana. Dari yang aku baca, karena negaranya monarki (kekerajaan), maka simbol raja sangat dikultuskan. Bahasanya sangat kompleks. Mereka membedakan gender, terutama dari penuturnya. Jadi kalau pembicaranya lelaki, maka kalimat yang diucapkan berbeda jika yang mengucapkannya wanita. Bahasa Thailand juga bersifat tonal, artinya intonasi yang berbeda pada suatu kata yang sama akan menghasilkan arti yang berbeda pula. Coba tengok situs ini untuk mencoba melihat betapa sulitnya mempelajari bahasa Thailand.

Itu dari segi bahasa. Dari segi sopan santun, jangan sekali-kali duduk dengan kaki menunjuk ke orang lain karena akan dianggap sangat menghina. Jadi pastikan kalau duduk mengangkat kaki atau lesehan di lantai, kakinya jangan menunjuk ke seseorang karena dianggap tidak sopan. Bahkan patung MacD di sini tidak duduk mengangkat kaki seperti di tempat lain di dunia ini namun berdiri sambil menyatukan kedua tangan di dada.

Rata-rata biaya hidup di Bangkok lebih rendah daripada di Jakarta. 1 Bath hampir ekuivalen dengan 300 rupiah. Kalau mau dibandingkan Jakarta lebih mahal. Bisa dilihat dari menu di KFC, pulsa isi ulang (45-60 ribu bebas BB service seminggu), dan taksi. Singapur masih berasa mahal dibandingkan Jakarta dan Bangkok.

Lalu lintasnya mirip Jakarta. Seat belt belum jadi kesadaran. Macetnya sih parahan Jakarta secara infrastruktur dan transportasi Jakarta masih ketinggalan dibandingkan Bangkok. Semoga juragan DKI berikutnya bisa nyusul kemajuan negara tetangga.

Berikut foto-foto yang diambil dengan 15-8+ 550D dan Torch 2 cam dig.

This slideshow requires JavaScript.

Word Cruncher Helper for Draw Something Phenomenon

Word Cruncher Helper for Draw Something Phenomenon
Word Cruncher Helper for Draw Something Phenomenon

If you get stucked or start to yelling WTF of the meaning of your opponent’s drawing when playing the famous Social Drawing Application – Draw Something, this simple tool may help you to reduce the millions or probably trillions of the possibility answer for the question. Use this application wisely since it may spoil the fun of the game. Use it just when you want to keep the long streak that you have achieved with your opponent and you are in a deep stress unable guessing the question.

This tool was coded using Delphi and it uses dictionary found by googling from this site. Of course the result of this tool really depends with the entry of the dictionary. You may add your own words, celebrity names, famous phrases, etc by manually add your own entries in the dictionary.txt file which comes along with the application. Ensure the file is located in the same folder with the application. You may share the application freely or share the link among of your friends who play the game. You may download the application from this link.

Actually you may get help from the bomb feature to eliminate some unused letters when you get stucked. The problem is, you have a limited bomb to use. When you are running out of bombs, you may purchase it from the store, adding some money to Draw Something. This tool eliminate you from purchasing any bombs (1200 coins for 4.99 USD, 3000 coins for 9.99 USD, and 10000 coins for 24.99 USD). So this cool tool really save you money!!!

Here is the source code (you may enhance it or put some refactoring to increase the speed) or recoding it with your favorite programming language. Click this link to see the code.

Here is the sample of images that you may not find in the dictionary. You’re on your own.

The reason I made this tool was one night, I was really sleepy in my bedroom, and yet still playing this addictive game. I wrote a sentence to my opponent before drawing the question : This is the last drawing before go to bed. Good Night. And then I touched the erase icon to erase the sentence and drew the question. The next morning I grabbed my iPad, my opponent replied my sentence with Good Night, and she forgot to draw the question!!! There are thousands of possible words that I need to try. I have 36 turn in streak that both of us always correctly guess the answer. I don’t want to start from all over again, so I decided to code this tool. Hahaha.. another excuse to code for a programmer, huh?

The other reason was when my son  playing the same game in his iPod touch, his opponent drew numbers 1, 2, 3, and 4. And NO OTHER CLUE. We were thinking about words: COUNTING, NUMBERS, MATH, etc. When we gave up, the actual answer was PASSWORD. This is a kind of WTF drawing that impossible to guess, and with this tool you may avoid crunching all possibilities with just a reasonable number of guess.

Guessing PASSWORD

How to use the application:

  1. Download the zip file from the link above, and extract it to a folder
  2. There are 2 files, first is the application, WordCruncher.exe and dictionary.txt. Run the application by double clicking on the WordCruncher.exe
  3. Put all the letters available in Choice of letters (12 length)
  4. Choose the length of the answer
  5. Click Crunch button to get the possible result
  6. You may double click the word in the result box to launch the browser with the meaning of the word

Enjoy the game (you can get it from Apple AppStore or Google Play (Androit Market)) ,  and enjoy this tool but use it wisely!

Writing content for presentations: how I usually do it.

Writing content for presentations: how I usually do it.

Reblogged from >140 characters:

Click to visit the original post

A friend of mine (he doesn’t work in advertising, but as a market research manager he works frequently with advertising people) shared me this picture around few months ago.

I work as a planner, and as you can see from the picture some of my colleagues see me as “the PowerPoint monkey”. This means, in their eyes my main role is to churn out good-looking, smart-sounding slides for presentations that will make clients see the agency knows what it’s doing.

Read more… 141 more words

The first thing I choose to reblog. It teaches us how to make a good presentation that sells. If you ever need to give any presentation, please take a moment to read it.

The Raid: Redemption (2011) aka Serbuan Maut

The Raid: Redemption (2011) aka Serbuan Maut
The Raid: Redemption (2011) aka Serbuan Maut

Setelah menggebrak dunia perfilman Indonesia dengan film Merantau, Gareth Evans kembali menyutradarai film laga yang brutal dan menghibur para penggemar film bergenre ini. Ceritanya berkisah mengenai sekelompok pasukan elit berjumlah 20 orang yang mencoba menangkap mafia sadis bernama Tama (Ray Sahetapy) di sebuah rumah susun kumuh berlantai 30. Tama dilindungi oleh banyak kriminal di sekitarnya yang rela mati melindunginya dari sergapan aparat. Tanpa diduga, aktor gaek Ray Sahetapy berhasil meyakinkan penonton dengan aktingnya sebagai boss mafia kejam. Pandangan mata dan cara berbicaranya yang sinis benar-benar menghibur penonton.

Kurangnya pengalaman pasukan yang dikirim dan tanpa adanya back up, membuat mereka kocar-kacir digempur para penjahat. Iko Uwais memerankan Rama, salah seorang anggota pasukan elit yang digambarkan taat beribadah, memiliki ketrampilan bela diri, dan hampir menjadi seorang ayah. Keikutsertaan Rama rupanya tidak hanya mengikuti perintah atasan, namun ada agenda lainnya. Berhasilkah pasukan elite ini menyeret sang mafia ke penjara? Ataukah mereka habis seperti pasukan-pasukan lain yang sebelumnya mencoba menyerang para kriminal itu?

Film yang berdurasi 101 menit ini sarat dengan darah dan adegan kekerasan dengan efek spesial yang halus dan realistis. Adegan perkelahiannya spektakuler dan mengundang decak kagum, apalagi semuanya diperankan oleh aktor Indonesia. Jangan bawa anak di bawah umur untuk menonton film ini karena terlalu keras. Salah satu tokoh antagonis yang memiliki ketrampilan laga yang hebat adalah Yayan Ruhian yang memerankan Mad Dog, tangan kanan Tama.

Dibiayai 1.1 juta dolar (hampir 10 miliar rupiah), film ini telah memenangkan berbagai penghargaan di antaranya adalah Audience Award, Dublin Film Critics Award, dan People’s Choice Award dalam dua festival berbeda, Dublin International Film Festival dan Toronto International Film Festival. Holywood juga turut membuat ulang film ini.

Jika Anda pecinta film laga dan tidak bermasalah dengan adegan brutal, film ini wajib ditonton. 8/10.

This slideshow requires JavaScript.

Sebingkai Tanya Seorang Anak Kepada Ayah dan Ibunya

Sebingkai Tanya Seorang Anak Kepada Ayah dan Ibunya

Seorang anak duduk diam di depan pintu rumahnya

Memandang sayu ke jalan yang ramai kendaraan lalu lalang

Bertanya ia mengapa lengan kokoh ayahnya tak lagi memeluk dirinya

Bertanya ia mengapa cium dan manja ibunya tak lagi ada

Bertanya ia mengapa cinta mereka berubah menjadi petaka

Bertanya ia mengapa ayahnya bersama ibu yang tak melahirkannya

Bertanya ia mengapa ibunya bersama ayah yang tak pernah ia tahu namanya

Bertanya ia apa salahnya mengapa mereka tak lagi di sampingnya

Mengalir sebentuk air mata penuh tanya dari sudut mata polosnya

Menetes membasahi pipi meninggalkan gegar dalam hatinya yang penuh luka

Galau membadai dalam jiwanya…

…berharap cinta yang tak kunjung tiba.

Jakarta, 29 Maret 2012

-Didedikasikan bagi semua anak korban perceraian orang tuanya-

Aku Rindu Padamu

Aku Rindu Padamu

Aku rindu padamu
Dengan pelangi yang selalu menghiasi wajahmu di kala mendungku
Dengan setiamu yang sekokoh batu karang di kala terpurukku
Dengan ribuan doamu yang terpanjat di kala gelisahku
Dengan kesabaranmu yang melunakkan triwikramaku
Dengan lembut bisikanmu di atas dadaku
Dengan jutaan kupu-kupu cantik yang kau lesakkan dalam hatiku
Dengan hari-hari indah penuh canda bersama anak-anak yang kau dulu jaga dalam rahimmu

Aku rindu padamu ketika habis aksaraku merindukanmu.

Jakarta, 28 Maret 2012
To my lovely wife, Wilia Ningsih

Diganggu Jin (lagi)

Diganggu Jin (lagi)

Anakku diganggu jin (lagi) ketika kami lagi di mobil. Kami semua baca ayat suci Al Quran, terutama ayat Qursi. Handphone distel Al Baqarah. Anakku menjerit keras, menangis tanpa air mata, mencakar, dan sempat membisikkan ke telinga istriku: Dengerin tuh. Bilang amiiin! Kami tak berhenti membaca ayat qursi, membacakan al fatehah ke aqua dan membasuh mukanya dan meminumkannya. Anakku menjerit dan sempat bilang mamah peluk ke kursi belakang yang kosong. Sepertinya si jin menyerupakan istriku. Alhamdulillah, setelah berkali-kali menyebut asma Allah dan ayat qursi tiada henti, jin itu pergi. Sesampai di rumah orang tuaku, Aila bilang: Aila takuut. Kami semua memeluknya dan kami langsung sholat berjamaah bersyukur jin itu telah pergi.

Aila, menurut tukang urutnya dari masih di kandungan, iganya jarang-jarang, sehingga ia dikaruniai kemampuan bisa melihat jin. Berbeda dengan kakaknya, Rayyan, yang tidak pernah mengalami hal ini. Ia termasuk indigo, dan kami menerima takdir Allah ini. Setiap serangan itu tiba, hasbunallah wa ni’mal wakiil ni’mal maula wa ni’mannashiir… Hanya Allahlah pelindungku, dan Allah adalah sebaik-baik pelindung. Kepunyaan Allahlah langit dan bumi, tak ada yang bisa terjadi tanpa izinNya. Dia hidup terus menerus kekal abadi, tak pernah mengantuk dan tak pernah tidur. Kami sadar bumi ini tempat berbagi dengan makhluk ghaib lainnya. Kadang kami dizalimi sesama manusia, kadang oleh jin. Apapun itu, hanya Allahlah pelindung kami…

-Sent using Wishberry-