Arsip Kategori: Kontemplasi

Perjalanan ke Bangkok – Hari #2

Perjalanan ke Bangkok – Hari #2
Perjalanan ke Bangkok – Hari #2

Hari kedua di Bangkok dimulai dari pembukaan acara Asian Banker dan diikuti seminar di beberapa ruangan yang dilakukan secara simultan. Sorenya baru dimulailah acara makan malam dan penyerahan award yang ditunggu-tunggu. Setelah sebelumnya Panin mendapatkan Best Improved Retail Bank, malam itu untuk penghargaan award yang pertama Panin dan Fiserv mendapatkan award Best Core Banking Implementation for Small Banks. Sesuatu banged, karena dulu banyak yang menyangsikan apakah project ini bisa sukses. Tapi aku selalu mengucapkan Hasbunallah wa ni’mal wakiil ni’mal maula wa ni’mannashiir.. (Cukup Allahlah sebagai pelindungku, dan Allah sebaik-baik pelindung).

Kalau dibandingkan semua project yang pernah aku kerjakan, project ini paling menantang. Ada penggantian mesin AS 400, upgrade dan penggantian ribuan PC dan server di cabang, training ke ribuan pengguna, retrofit ribuan program, SIT dan UAT berkali-kali, latihan live, hingga roll out aplikasi front end ke 400 cabang. Jika gagal, karena butuh 5 hari konversi, bisa tertunda tahun depannya, karena 5 hari libur hanya ada pada libur lebaran. Walhasil setelah sholat ied 2010, sorenya nginep di kantor, dan 3 hari tidak pulang. Dengan award ini, seluruh lelah itu terbayar sudah. Alhamdulillah. Berkat kerja sama tim yang solid dan kerja keras yang bersandarkan pada doa pada Yang Maha Esa, akhirnya cita-cita itu tercapai dengan manis.

Berikut adalah foto-foto pada malam penghargaan Asian Banker Awards.

This slideshow requires JavaScript.

Sebingkai Tanya Seorang Anak Kepada Ayah dan Ibunya

Sebingkai Tanya Seorang Anak Kepada Ayah dan Ibunya

Seorang anak duduk diam di depan pintu rumahnya

Memandang sayu ke jalan yang ramai kendaraan lalu lalang

Bertanya ia mengapa lengan kokoh ayahnya tak lagi memeluk dirinya

Bertanya ia mengapa cium dan manja ibunya tak lagi ada

Bertanya ia mengapa cinta mereka berubah menjadi petaka

Bertanya ia mengapa ayahnya bersama ibu yang tak melahirkannya

Bertanya ia mengapa ibunya bersama ayah yang tak pernah ia tahu namanya

Bertanya ia apa salahnya mengapa mereka tak lagi di sampingnya

Mengalir sebentuk air mata penuh tanya dari sudut mata polosnya

Menetes membasahi pipi meninggalkan gegar dalam hatinya yang penuh luka

Galau membadai dalam jiwanya…

…berharap cinta yang tak kunjung tiba.

Jakarta, 29 Maret 2012

-Didedikasikan bagi semua anak korban perceraian orang tuanya-

Aku Rindu Padamu

Aku Rindu Padamu

Aku rindu padamu
Dengan pelangi yang selalu menghiasi wajahmu di kala mendungku
Dengan setiamu yang sekokoh batu karang di kala terpurukku
Dengan ribuan doamu yang terpanjat di kala gelisahku
Dengan kesabaranmu yang melunakkan triwikramaku
Dengan lembut bisikanmu di atas dadaku
Dengan jutaan kupu-kupu cantik yang kau lesakkan dalam hatiku
Dengan hari-hari indah penuh canda bersama anak-anak yang kau dulu jaga dalam rahimmu

Aku rindu padamu ketika habis aksaraku merindukanmu.

Jakarta, 28 Maret 2012
To my lovely wife, Wilia Ningsih

Keberkahan Seuntai Kalung

Keberkahan Seuntai Kalung

RT dari Yusuf Mansur

KEBERKAHAN SEUNTAI KALUNG – Ada Orang tua menghampiri Nabi dan ia berkata : ” Ya Rasulallah, aku kelaparan, berilah aku makan, aku tidak punya pakaian, beri aku pakaian dan aku miskin beri aku kecukupan “. Rasul yang dermawan itu berkata : ” Aku tak punya apapun untukmu, akan tetapi orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan ganjarannya sama dengan orang yang melakukannya, karena itu cobalah datang ke rumah orang yang mencintai Allah dan RasulNya dan dicintai oleh Allah dan RasulNya, tentu dia akan mendahului Allah ketimbang dirinya sendiri, pergilah ke rumah Fatimah, hai Bilal, tolong antarkan ia ke rumah Fatimah.

Maka berangkatlah mereka ke rumah putri Rasul yang mulia Fatimah, sesampainya didepan rumah Fatimah, ia memanggil dengan suara keras : assalamu`alaikum, wahai keluarga Nabi shallallahu alaihi wa sallam, keluarga dimana Jibril as menurunkan alqur`an dari Rab semesta alam “. Setelah menjawab salam, Fatimah bertanya : ” siapakah bapak? ” Ia menjawab : ” aku orang tua dari suku arab baduy, aku telah bertemu ayahmu, pemimpin umat manusia, sementara aku wahai putri Rasul, adalah orang yang tidak berpakaian, lapar dan miskin, bantulah aku, semoga Allah memberkahimu “.

Fatimah mengambil kalung yang dikenakanya dan hanya itulah satu-satunya milik yang paling berharga, diserahkanya kalung tersebut sambil berkata : ” Ambillah ini dan juallah. Semoga Allah memberimu sesuatu yang lebih baik “. Orang itupun menerima kalung itu dengan gembira lalu pergi ke masjid untuk menjumpai Rasulullah, sesampainya di masjid ia menigatakan kepada Rasulullah : ” Ya Rasulallah, Fatimah putrimu telah memberikan kalung ini dan ia berkata : ” Juallah kalung ini, semoga Allah memberimu sesuatu yang lebih baik “.

Mendengar itu, Rasulullah pun menangis. Ammar pun berdiri seraya berkata : “Ya Rasulallah apakah anda mengizinkanku untuk membeli kalung itu? “. Rasulullah menjawab : ”Belilah wahai Ammar..”. Ammar bertanya : ”Dengan harga berapa engkau akan menjual kalung itu wahai saudaraku?”. Orang itu menjawab :”Seharga roti dan daging yang akan menghilangkan rasa laparku, selembar kain yaman yang akan menutupi auratku agar aku dapat shalat menghadap Rabbku dan satu dinar uang untuk pulang menemui keluargaku”.

Kemudian Ammar menjual bagian harta rampasan perang yang didapatkannya dari Rasulullah, tidak ada yang tersisa sedikitpun, ia berkata kepada orang arab baduy itu : “Anda akan saya beri uang 20 dinar 200 dirham, sehelai kain yaman, kendaraanku untuk mengantarkanmu sampai ke rumahmu dan rasa kenyang dari roti dan daging”. Orang itu berkata : “Duhai, betapa pemurahnya tuan ini. Semoga Allah memberkahi anda wahai tuan yang mulia”.

Ammar mengajak orang itu ke rumahnya dan memberikan semua yang dijanjikan kepadanya. Kemudian orang itu menjumpai Nabi shallallahu alaihi wa sallam, yang kemudian berkata : ”Sudahkah anda kenyang dan berpakaian?” Orang itu berkata : “Sudah Ya Rasulallah, bahkan demi Allah, aku menjadi orang yang kaya saat ini”.
Ammar pulang ke rumahnya mengambil kalung itu lalu meneteskan minyak misik dan membungkusnya dengan kain Yaman, ia memiliki seorang budak yang bernama Sahmun yang ia beli dari ghanimah yang didapatkannya saat perang kahibar. Kalung itu diserahkan kepada budaknya seraya berkata : ”Berikan ini kepada Rasulullah dan engaku sendiri aku hadiahkan untuk beliau”.

Budak itupun mengambil bungkusan kalung tersebut dan membawanya kepada Rasulullah lalu menyampaikan apa yang dikatakan Ammar. Rasulullah bersabda : “Pergilah kepada Fatimah, berikan kalung itu kepadanya dan engkau menjadi miliknya”. Datanglah budak itu menyampaikan apa yang dikatakan Rasulullah kepada Fatimah, Fatimah lalu menerima kalung itu, kemudian membebaskan Sahmun dari statusnya sebagai budak. Sahmun pun tertawa.

Fatimah bertanya :” Apa yang membuatmu tertawa ya ghulam?” Sahmun berkata : “Betapa besarnya keberkahan kalung ini, inilah yang membuatku tertawa. Kalung ini telah mengenyangkan orang yang lapar, memberi pakaian orang yang telanjang, menjadikan kaya orang yang miskin dan memerdekakan seorang budak, lalu kembali kepada pemiliknya”.

TEDx Journey to Return @ Jakarta International School

TEDx Journey to Return @ Jakarta International School
TEDx Journey to Return @ Jakarta International School

Beberapa hari yang lalu (Sabtu, 13 Agustus 2011) aku menghadiri acara TEDx Jakarta yang diadakan di Jakarta International School di daerah Terogong Jakarta Selatan. Ini yang kedua kalinya aku menghadiri event TEDx. Sebelumnya aku menonton acara ini di @America di Pacific Place. Acara ini sangat aku sukai karena menambah wawasan, ide, atau gagasan kreatif yang mungkin bisa bermanfaat buat kita, entah di pekerjaan kita nantinya atau menimbulkan motivasi untuk berbagi lebih banyak dengan gagasan yang menarik dan tidak biasa.

Tidak seperti acara sebelumnya di @America yang berupa nonton bareng TEDx di luar, acara TEDx kali ini dihiasi banyak pembicara lokal secara live!

Pembicaranya adalah:

  1. Siti Musdah Mulia, yang menyampaikan bahwa agama bisa menjadi alat untuk toleransi dan memahami antar pemeluk agama, tidak menjadi biang konflik
  2. Didik Nini Thowok, penari trans gender, yang menampilkan performanya sebagai wanita yang menari sekaligus dari depan dan belakang! Ia menceritakan perjalanan hidupnya dari kaum minoritas yang kerap dilecehkan hingga menjadi penari transgender yang diakui dunia
  3. John Hardy, entrepreneur yang konsisten berjuang dalam dunia pendidikan yang menyatu dengan alam. Ia mendirikan Green School di mana ruang kelasnya tak berdinding dengan tiang dari bambu dan siswanya bisa melihat langsung makan siangnya sendiri yang ia tanam di sekitar sekolah!
  4. Ewa Wojkowska, berjuang untuk mengembangkan teknologi inovatif yang bisa diterapkan di komuniti lokal sehingga biayanya bisa ditekan dan harganya terjangkau masyarakat
  5. Ridwan Djamaluddin, petinggi BPPT ini memimpin sebuah tim yang mengembangkan sistem peringatan dini tsunami yang bisa digunakan di daerah rawan bencana tsunami. Ia juga memberikan tips-tips apa yang mesti dilakukan ketika gempa terjadi
  6. Derek Sivers, seorang enterpreneur musik yang menjual bisnisnya untuk sosial. Ia berbagi empat hal yang kontra intuitif namun di lapangan sering berguna untuk kesuksesan kita
  7. Jubing Kristianto, gitaris akustik terkenal, menghibur audiens dengan kepiawaiannya bermain gitar
Di samping mereka ada pembicara lain yang memang berasal dari kita, yang datang dengan gagasan gila dan menarik, seperti konsep Legalisasi Ganja, yang menampilkan presentasi manfaat ganja di luar bahaya bila digunakan sebagai narkoba / psikotropika, project SECRET di mana kita belajar jujur dengan sharing rahasia tergelap kita secara anonimous untuk membuat kita lebih menerima diri kita apa adanya, dsb.
Di penghujung acara, yang sayangnya tidak bisa saya ikuti karena ada buka puasa bersama teman-teman SMA, ada Pak Raden yang naik ke panggung dengan dipapah yang mendongeng tentang indahnya berbagi kepada sesama…
Great events! Great Ideas! Benar-benar acara yang sangat inspirasional dan sangat bermanfaat buat otak dan jiwa kita.

This slideshow requires JavaScript.

Yang menarik dan terkenang di acara ini:
  1. John Hardy yang mengajarkan bahwa kembali ke alam adalah salah satu cara mengajarkan kepada anak cucu tentang merawat bumi yang kita cintai ini
  2. Dhira Narayana memberikan inspirasi berpikir out of the box, membuat rahang kita menganga dengan presentasi argumentatif kontroversifnya yang menampilkan begitu banyak manfaat ganja dalam kehidupan kita padahal kita tahu bahwa ganja itu dilarang karena termasuk narkoba / psikotropika
  3. Ron Gutman, dalam video yang ditayangkan dalam acara, menunjukkan hasil risetnya bahwa orang yang banyak tersenyum mempunyai peluang hidup lebih panjang daripada yang kurang atau tidak suka tersenyum (14 abad yang lalu Muhammad SAW sudah mengajarkan bahwa senyum itu sedekah)
  4. Ewa Wojkowska, mengingatkan kita untuk berkreasi dalam alat yang produktif dan berguna secara nyata buat komunitas masyarakat luas, terutama mereka yang membutuhkan
  5. Derek Sivers mengajarkan 4 hal kontra intuitif yang berdasarkan penelitiannya berguna buat kesuksesan. Oh sudah pernah membaca hal mencengangkan darinya di sini?
  6. Punya beberapa teman TEDx baru! Great place for networking!!
Percayalah, NGGAK RUGI DATANG KE ACARA AWESOME INI!!!! Gratis, dapat ilmu, nambah teman! Pantengin eventnya di sini.

Wafatnya Pak Damiri Bin Sugari

Wafatnya Pak Damiri Bin Sugari
Wafatnya Pak Damiri Bin Sugari

Pagi ini kami dikejutkan dengan wafatnya Pak Damiri Bin Sugari. Beliau adalah paman dari istriku yang tinggal di Pondok Cabe. Dulu waktu aku menikah beliaulah yang mencetakkan undangan pernikahannya. Orangnya sangat baik dan perhatian kepada kami.

Berikut ini adalah foto-foto pada saat pemakaman beliau di Pondok Cabe.

Selamat jalan, Pak Damiri, semoga Allah SWT mengampuni segala dosamu dan menerima semua amal ibadahmu di dunia ini…

This slideshow requires JavaScript.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Ali Imron: 185)

Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (Al-An’aam: 61)

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfa`atan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah.” Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan (nya). (Yunus: 49)

Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan. (As Sajadah:11)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (Al-Anbiyaa:35)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (Al-Ankabuut: 57)

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Luqman: 34)

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. (Az Zumar 42)

Kutipan Quran disalin dari sini.

Blog vs Blog Mikro

Blog vs Blog Mikro

Aku tergerak menulis postingan ini setelah membaca postingan kawan lama di Multiply, Rifky si Jampang. Dia tergerak untuk menulis postingannya untuk mengikuti kontes “Blogger Return Contest”. Postingan ini sendiri tidak aku maksudkan untuk ikut kontes tersebut. Ada beberapa alasan mengapa aku tidak berminat mengikuti kontesnya (tak perlulah aku tulis di sini :) ), namun aku tertarik untuk menulis issue yang diangkat dalam kontes tersebut yang mengklaim bahwa semakin populernya microblogging seperti Tumblr dan Twitter atau jejaring sosial seperti Facebook dengan statusnya maka  kecenderungan netters untuk menulis dalam blog menjadi menurun. Klaim ini seharusnya dibuktikan dengan penelitian yang serius, melibatkan banyak data yang tepercaya agar meyakinkan.

Agar tidak terjebak dengan hanya klaim, aku melakukan penelitian kecil-kecilan untuk mencari informasi di internet apa memang benar blog mikro akan membunuh blog? Salah satu situs hasil pencarian di Google, membawaku ke sini. Dalam grafik yang ditampilkan pada suatu kurun waktu tertentu di tahun 2009, pengunjung unik WordPress melonjak tajam ketika jumlah pengunjuk unik Twitter membentuk suatu garis datar. Artinya, kebutuhan orang untuk mencari informasi lengkap dan lebih tepercaya melalui situs blog, masih tetap tinggi. Jika sebuah blog memang menarik dan memiliki konten yang bermutu, maka ia akan punya penggemarnya sendiri. Orang juga cenderung untuk melakukan penelitian yang bersumber dari blog, bukan dari blog mikro. Mengapa? Karena blog menawarkan informasi yang lebih lengkap dan banyak referensi yang mendukung argumentasi dari artikelnya. Dengan blog, informasi yang diperoleh jauh lebih lengkap.

Apakah blogging lebih baik daripada mikroblogging? Tidak juga! Mereka sebenarnya saling bersimbiosis. Keduanya punya kekuatan yang berbeda dan saling dapat menunjang. Mari kita lihat karakteristik keduanya.

Blog biasa:

  1. Pada umumnya tidak ada batasan dalam jumlah karakter yang ditulis
  2. Membutuhkan waktu khusus untuk sengaja menulisnya dan untuk membacanya
  3. Lebih lengkap dalam mengekspresikan gagasan atau lebih lengkap dalam memberikan informasi atau pengetahuan untuk dibagikan kepada masyarakat dunia. Biasanya ditulis dengan lebih cermat dan membutuhkan pemikiran yang cukup dalam sebelum menuliskannya

Mikroblog:

  1. Pada umumnya terbatas dalam jumlah karakter yang ditulis
  2. Tidak membutuhkan waktu lama untuk sengaja menulisnya dan untuk membacanya
  3. Informasi yang diberikan lebih bersifat responsif dan merupakan lintasan dalam benak penulisnya pada saat informasinya ditulis

Dari karakteristiknya, keduanya tidak saling menggantikan. Siapa sih yang suka microblogging?

  1. Orang yang memang tidak suka atau merasa tidak bisa menuangkan gagasannya atau berbagi ilmu via tulisan panjang,
  2. tidak punya banyak waktu untuk duduk meluangkan waktu menuliskan sesuatu
  3. Putus asa merasa telah menulis panjang lebar namun tidak ada yang membaca tulisannya. Ingat film Julie and Julia?

Untuk yang pertama, sebenarnya bisa karena memang tidak berbakat, atau memang tidak punya minat untuk belajar melakukannya (baca: malas belajar). Mungkin memang budaya menulis kurang dikembangkan di sekolah dasar. Untuk yang kedua, tanpa kedisiplinan memang sulit untuk sengaja menulis artikel panjang. Dengan kesibukan yang luar biasa orang cenderung tergoda untuk aktif di blog mikro dan tidak mengasah kemampuan untuk menulis panjang. Untuk yang ketiga sebenarnya Multiply adalah salah satu jejaring sosial yang menarik, karena setiap kita posting ada Message Board yang menuliskan semua postingan yang baru ditulis di antara sesama bloggers atau yang aktif diberikan komentar. Aku sendiri sempat menggunakan Multiply selama sekitar 4 tahun. Namun karena adanya bugs, tampilan yang kurang menarik, dan sempat dihentikannya akunku sementara karena dituduh menyebarkan konten yang mengandung hak cipta (padahal aku sendiri yang membuatnya), dan menyebabkan terhapusnya semua kontak, akhirnya aku berpindah ke WordPress. Untuk tetap menarik teman membaca postinganku di sini, aku mengatur agar setiap kali posting di sini bisa otomatis muncul di Facebook, Twitter, dan Yahoo!. Memang jumlah komentar yang muncul tidak sebanyak yang aku dapatkan di Multiply, tapi aku tidak mau dibatasi keinginan menulisku karena jumlah komentar. Motivasiku menulis di blog adalah berbagi. Mottoku adalah sharing is knowing how to love, and loving is knowing how to share. Dalam agama Islam, perintah pertama kepada Nabi Muhammad adalah iqra, artinya bacalah! Kita membaca karena ada sesuatu untuk dibaca (baik yang tersirat maupun yang tersurat). Tulisan mengabadikan apa yang ingin kita baca dan membuat kita bisa berbagi apa yang bisa dibaca itu kepada sesama. Tulisan yang panjang tentu saja berpotensi memberikan lebih banyak informasi daripada tulisan singkat, bukan?

Sekarang mari kita lihat karakteristik blog mikro.  Blog mikro cocok untuk:

  1. ngobrol ngalor ngidul
  2. sekedar saling menyapa antara netters
  3. berbagi tips
  4. berbagi cerita yang sedang trend
  5. curhat cepat
  6. humor singkat
  7. sastra singkat seperti pantun
  8. jualan
  9. sebagai tautan ke Blog!

Bagaimana dengan blog sendiri? Apa saja yang cocok?

  1. Tulisan karya sastra panjang, seperti cerpen, cerber, puisi panjang
  2. Artikel argumentatif atau persuasif
  3. Berita yang lengkap
  4. Tutorial lengkap tentang hobi (fotografi, pemrograman, masak, dsb)
  5. Ulasan tentang berbagai hal yang biasanya mengandung tips dan saran
  6. Jualan

Bagaimana membuat orang lain membaca blog kita? Salah satunya dengan melempar tautannya ke mikroblog! Postinganku di WordPress ini aku link ke Twitter dan Facebook. Sekali posting di WordPress maka otomatis tautan dan sedikit bagian awal dari blog akan muncul di Facebook dan muncul dalam tautan mini di Twitter. Dalam situs ini, disebutkan bahwa 3.5 milyar konten (blog, berita, dan sebagainya) diposting di Facebook setiap minggunya. Terbukti bahwa blog mikro menjadi sarana efektif untuk membagikan informasi yang lebih lengkap!

Jadi sebenarnya blog dan mikroblog tidak saling membunuh, tapi bisa saling membutuhkan, dan punya tujuan yang berbeda. Bahwa semakin sibuk seseorang, biasanya akan lebih produktif dengan blog mikro. Dalam lima hari terakhir aku lembur di kantor sampai pagi tapi aku tetap melakukan blogging  untuk menulis ulasan film yang aku tonton pada saat makan siang atau malam hari. Memang postingan microblogging untuk menuliskan apa yang terlintas dalam pikiran atau hati secara cepat frekuensinya lebih banyak. Biasanya memang informasi yang tidak ingin aku rincikan aku lempar ke Facebook. Misal kuliner dengan menampilkan foto yang resolusinya tidak terlalu tinggi (menggunakan kamera Blackberry) dan memberikan ulasan singkat. Berbeda ketika aku meniatkan untuk dituliskan dalam blog. Aku akan membawa kamera SLRku untuk memfoto objek yang akan aku posting. Kualitas gambar bisa lebih bagus, dan biasanya aku berikan sentuhan tone dengan Adobe Lightroom. Film yang hanya ingin aku ulas ratingnya, aku hanya lempar via GetGlue yang terkait langsung dengan Facebook. Untuk film yang benar-benar ingin aku ulas, aku akan tuliskan lebih panjang di WordPress.

Kesimpulan akhir, menurutku blog dan blog mikro berjalan beriringan, saling bersimbiosis, dan memiliki fungsi uniknya sendiri-sendiri yang diperlukan oleh semua manusia yang ingin tetap eksis di dunia maya :) Keduanya juga dijadikan sarana untuk komersial dengan cara yang berbeda.

Selamat menulis, blog panjang ataupun yang mikro!

Arisan Keluarga di Bekasi

Arisan Keluarga di Bekasi
Arisan Keluarga di Bekasi

Setiap 2 bulanan, keluarga dari ayah mengadakan arisan keluarga yang besarnya tidak seberapa, hanya untuk menutup konsumsi saja, agar silaturahim tetap terjaga. Ini yang aku suka dari arisan kecil-kecilan, karena bukan arisannya yang penting, melainkan nilai silaturahimnya.

‘Barangsiapa yang ingin dimudahkan rezeki dan dipanjangkan usianya hendaklah ia senantiasa menjaga silaturahim.” (HR Muslim, dari Anas bin Malik RA).

This slideshow requires JavaScript.

 

 

Belajar Shutter Lambat – Kontemplasi Awal Tahun

Belajar Shutter Lambat – Kontemplasi Awal Tahun
Belajar Shutter Lambat – Kontemplasi Awal Tahun

Aku mencoba mode manual, memperlambat shutter, memperbesar ISO, dan aperture yang tidak terlalu besar. Kemudian menggambar udara dengan angka 2011. Setting di ruang tamu rumah dengan kondisi lampu dimatikan semua.

Untold Contemplation

Untold Contemplation

Canon EOS 550 D; F-Stop f/4,5; Exposure Time: 25 sec; ISO: 800; Focal length: 34 mm; No Flash.

 

Garuda di Dadaku

Garuda di Dadaku
Garuda di Dadaku

Seumur hidup, baru kali ini aku niat nonton sepak bola. Aku gak benci sepak bola, hanya saja tidak terlalu hobi mengikutinya. Kalau piala dunia biasanya selalu nonton, terutama finalnya. Berbeda halnya dengan kalau timnas kita main, tidak pernah sekalipun menonton mereka. Berbeda dengan kali ini. Timnas sekarang membuahkan kemenangan dalam pertandingan berturut-turut dan membuat bangga diriku yang selama ini merasa malu jadi bagian negara terkorup, paling tidak profesional, tidak amanah, dan bangga dengan pelecehan terhadap keadilan.

Siang sebelum final, saya bersama seorang rekan menyempatkan membeli kaos “sakral” merah berlambangkan Garuda Pancasila yang kesaktiannya makin memudar dan bertuliskan di punggungnya “INDONESIA”. Negara pengekspor TKI, negara pengimpor beras (juga beras ketan), negara perusak hutan, negara penyedekah asap, negara yang dicintai bencana alam, negara perampok rakyat, dan sebagainya. Menyandang nama Indonesia ketika berada di luar negeri selalu dengan rasa malu. Dilecehkan, direndahkan, dan tidak dihargai. Bali yang terkenal dengan surga liburan juga banyak yang tidak mengenal sebagai bagian dari Indonesia. Karenanya, ada kerinduan yang membuncah untuk bangga sebagai Bangsa Indonesia. Pengaturan bahasa di Facebook saya ganti jadi Bahasa Indonesia. Meski jujur banyak istilah komputer yang masih kaku untuk dibakukan dan kurang intuitif dipergunakan dalam percakapan sehari-hari. Nah.. kehadiran timnas Garuda ini yang mewakili kerinduanku. Mereka seperti mewakili generasi yang menerobos tembok hina dina yang melahirkan harapan yang membanggakan! Menjadi yang terbaik di Asia Tenggara dalam hal sepak-menyepak bola. Sementara ada sebagian orang yang menganggap sepakbola hanya sebagai hiburan belaka, bagi saya tidak hanya itu. Firman Utina, Gonzales, Irfan, Bustomi, Nasuha, Ridwan, dan lainnya adalah pahlawan harapan rakyat kecil macam aku ini. Mereka rela berlari-lari menggocek bola, terbanting, tersikut, tertendang, dihujat ketika kalah, dieksploitasi ketika menang hanya demi lagu Indonesia Raya berkumandang bersanding dengan piala kemenangan, simbol bangkitnya Garuda di mata Internasional!

Meskipun akhirnya Indonesia tidak menjuarai piala AFF, namun timnas memenangkan hati bangsa! Mereka adalah wakil rakyat sesungguhnya! Merekalah yang mewakili kerinduan kebanggaan kepada bangsa! Hidup TIMNAS!! Teruslah rendah hati dan belajar dari Malaysia maupun negara lainnya! Teruslah bermain lebih baik dan membawa nama harum bangsa. Siapa tahu perampok berdasi di negeri ini luluh hatinya melihat jatuh bangun kalian!!